Sekolah Lansia Tangguh Angkatan II Diluncurkan di Talawi, Perkuat Kemandirian dan Kualitas Hidup Lansia
Sawahlunto-Spektroom : Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia) terus dilakukan di tingkat desa. Pemerintah Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, mendukung pelaksanaan Launching Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Angkatan II Desa Talawi Mudik yang digelar di Aula Kantor Camat Talawi, Kamis (13/8/26).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Talawi, Uchaq, bersama unsur pemerintah desa dan pihak terkait. Peluncuran Selantang Angkatan II menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang mendukung lansia agar tetap sehat, aktif, produktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Uchaq, mengatakan keberadaan Sekolah Lansia Tangguh merupakan langkah positif karena pendekatan terhadap lansia tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, psikologis, spiritual, dan kemandirian.
“Sekolah Lansia Tangguh ini sangat baik karena memberikan ruang bagi para lansia untuk tetap belajar, beraktivitas dan berinteraksi. Kita ingin lansia tidak merasa ditinggalkan, tetapi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” ujar Uchaq
Menurut dia, bertambahnya usia bukan alasan untuk menghentikan aktivitas dan peran seseorang di tengah masyarakat. Lansia justru perlu mendapatkan pendampingan agar tetap mampu menjalani kehidupan secara sehat dan mandiri.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial peluncuran, tetapi terus berjalan secara konsisten dengan dukungan pemerintah desa, kader, keluarga dan masyarakat.
“Yang paling penting adalah keberlanjutannya. Setelah launching ini, kegiatan pembelajaran, pendampingan dan aktivitas para lansia harus terus dilakukan. Dukungan keluarga juga sangat menentukan,” katanya.
Sekolah Lansia Tangguh merupakan salah satu pendekatan pemberdayaan lansia yang mendorong peserta mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhan mereka. Materinya dapat mencakup pemeliharaan kesehatan, pola hidup sehat, aktivitas fisik, kesehatan mental dan sosial, penguatan spiritual, hingga peningkatan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia yang tengah menghadapi perubahan struktur demografi. Jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat sehingga isu penuaan penduduk menjadi bagian penting dalam pembangunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia telah memasuki fase ageing population, ketika persentase penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai lebih dari 10 persen dari total populasi. Kondisi tersebut menuntut penguatan kebijakan agar bertambahnya usia harapan hidup diikuti peningkatan kualitas hidup lansia.
Dalam konteks itu, program berbasis komunitas seperti Sekolah Lansia Tangguh memiliki peran penting. Lansia tidak hanya diposisikan sebagai kelompok yang membutuhkan pelayanan, tetapi juga sebagai individu yang memiliki pengalaman, pengetahuan dan potensi untuk tetap berkontribusi.
Uchaq menilai keberhasilan program lansia tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keluarga menjadi lingkungan pertama yang menentukan apakah lansia dapat menjalani masa tua secara sehat dan bermartabat.
Karena itu, ia mendorong agar keluarga memberikan perhatian terhadap kondisi fisik maupun psikologis lansia, termasuk memastikan mereka tetap memiliki kesempatan berinteraksi dan mengikuti kegiatan sosial.
“Lansia membutuhkan perhatian keluarga dan lingkungan. Jangan sampai mereka merasa sendiri. Dengan adanya sekolah lansia ini, kita berharap mereka mempunyai wadah untuk berkegiatan, bersosialisasi dan menjaga kesehatan,” ujarnya
Peluncuran Selantang Angkatan II Desa Talawi Mudik diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat kegiatan pemberdayaan lansia di tingkat desa. Program tersebut juga dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Talawi berharap model pendampingan tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya dalam menjaga kesehatan, meningkatkan kemandirian serta memperkuat hubungan sosial.
Pada akhirnya, keberadaan Sekolah Lansia Tangguh tidak hanya berbicara tentang usia, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat memastikan setiap warga tetap memiliki ruang untuk belajar, beraktivitas dan menjalani kehidupan secara bermartabat pada masa lanjut usia. (Ris1)