Selama Ramadhon, Jam Pembelajaran Di Solo Disesuaikan
Spektroom – Selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah Dinas pendidkan Surakarta menetapkan penyesuaian jadwal pembelajaran.
Kebijakan mencakup pemberian waktu pembelajaran mandiri di rumah serta pengurangan durasi jam pelajaran di kelas guna memberikan kesempatan bagi siswa untuk fokus pada aktivitas ibadah bersama keluarga.
Dikonfirmasi ( Rabu 18/92/2026 ) Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan siswa diberikan kesempatan pembelajaran mandiri di rumah mulai tanggal 18 hingga 21 Februari 2026.
Selama masa tersebut, siswa tidak dibebani tugas , melainkan diarahkan pada aktivitas ibadah atau kegiatan yang melibatkan keluarga sesuai dengan Surat Edaran (SE) Tiga Menteri dan Mendagri.
"Setelah tanggal 21 Februari, siswa akan kembali belajar di kelas dengan catatan tidak dibebani aktivitas fisik yang berat, seperti pelajaran olahraga yang akan diganti dengan teori. Durasi satu jam pelajaran juga dikurangi antara lima hingga sepuluh menit, sehingga total waktu belajar di sekolah berkurang sekitar satu jam," Jelas Dwi Ariyatno
Selain itu, Jam masuk sekolah diundur selama tiga puluh menit dari pukul 07.00 menjadi pukul 07.30, sementara jam pulang dimajukan tiga puluh menit lebih awal.
Kebijakan diharapkan dapat menjaga stamina siswa selama menjalankan ibadah puasa tanpa mengesampingkan kewajiban belajar.
Senada dengan kebijakan tersebut, Kepala SMP Negeri 3 Surakarta, Kucisti Ike Retnaningtyas Suryo Putro, mengaku telah menyesuaikan durasi belajar dari empat puluh menit menjadi tiga puluh lima menit per jam pelajaran.
Siswa di SMPN 3 Surakarta akan pulang pada pukul 13.50, sedangkan untuk guru dan karyawan tetap bertugas hingga pukul 15.30.
Sedang untuk.penguatan iman siswa muslim Wajib ikut pesantren kilat, sedang non muslim penguagan keagamaan.
"Kami juga mengagendakan pesantren kilat bagi siswa muslim dan penguatan keagamaan bagi siswa non-muslim pada minggu sebelum libur. Selain itu, setiap pagi kami tetap melaksanakan kegiatan penguatan karakter seperti membaca Al-Qur'an bersama untuk membangun suasana yang lebih khusyuk dan bermakna selama Ramadan," kata Kucisti Ike menjelaskan. (Dan)