Selama Sepekan Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 121 Kejadian Gempabumi

Selama Sepekan Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 121 Kejadian Gempabumi
Sumber:Geofisika Ternate

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate mencatat selama sepekan periode tanggal 25 September - 1 Oktober 2026 aktivitas seismisitas di Maluku Utara tercatat sebanyak 121 kejadian gempabumi dengan tidak ada gempabumi yang dirasakan masyarakat.

Aktivitas didominasi oleh gempabumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 50 km sebesar 58,7 persen, sementara 56,2 persen merupakan gempabumi dengan magnitudo kurang dari 3. Wilayah dengan aktivitas kegempaan tertinggi berada di Laut Maluku, dengan puncak aktivitas terjadi pada 27 September 2026 sebanyak 23 kejadian.

Dalam releasenya Jumat (2/10/2026) Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa mengatakan, masyarakat agar tetap tenang tetapi selalu waspada. Untuk aktivitas atmosfer, selama periode yang sama tercatat 5 kejadian petir, namun belum terpantau lokasi yang menjadi dominan.

Sementara itu, aktivitas kemagnetan bumi berada dalam kondisi tenang, dengan indeks K maksimum 2 dan indeks A maksimum 3,75.

"Indeks K merupakan ukuran tingkat gangguan medan magnet Bumi dalam interval waktu 3 jam, dengan skala 0–9. Semakin besar nilainya, semakin kuat gangguan geomagnetik yang terjadi. Nilai maksimum K=2 menunjukkan aktivitas geomagnetik yang masih rendah/tenang.

Sedangkan indeks A merupakan ukuran kuantitatif aktivitas geomagnetik harian yang dihitung dari beberapa nilai K dan dinyatakan pada skala linear. Nilai A maksimum 3,75 juga menunjukkan kondisi geomagnetik yang relatif tenang. Selama periode tersebut tidak terdapat gangguan badai magnet dan seluruh hari berada dalam kondisi Go/Quiet-Day," jelas Erik.

Untuk informasi astronomi, pada 3–9 Oktober 2026 waktu terbit Matahari di wilayah Maluku Utara berada sekitar 06.11–06.29 WIT, sedangkan waktu terbenam berkisar 18.17–18.34 WIT. Waktu transit Matahari terjadi sekitar 12.14–12.32 WIT. Informasi tersebut mencakup kondisi waktu terbit, transit, dan terbenam Matahari untuk 11 kota di Maluku Utara.

"Selama periode pengamatan, kondisi kegempaan, petir, dan kemagnetan bumi di Maluku Utara relatif kondusif. Aktivitas gempabumi didominasi gempa-gempa kecil dan tidak dirasakan, aktivitas petir tercatat dalam jumlah terbatas, serta kondisi medan magnet Bumi berada pada tingkat tenang," tutup Erik. Untuk memperoleh informasi dapat hubungi Stasiun Geofisika Ternate yang beralamat di Jl. Bali Bunga, Kel. Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, 97713, Telepon/WhatsApp 0815-9966-108.

Berita terkait

Disdikpora Kaimana Hentikan Sementara KBM Tatap Muka Akibat Kabut Pekat

Disdikpora Kaimana Hentikan Sementara KBM Tatap Muka Akibat Kabut Pekat

Kaimana-Spektroom : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kaimana, Papua Barat, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di wilayah Kota Kaimana untuk memulangkan peserta didik menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat dan cuaca yang kurang mendukung. Kepala Disdikpora Kaimana, Ray Ratu D Come, mengatakan kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Kamis, 01 Oktober

Anthonius Teniwut, Julianto
Buka Pelatihan Caregiver SMK Go Global, Wagub Maluku: Jadilah Panutan dan Pemberi Jalan Sukses bagi Anak Maluku Lainnya

Buka Pelatihan Caregiver SMK Go Global, Wagub Maluku: Jadilah Panutan dan Pemberi Jalan Sukses bagi Anak Maluku Lainnya

Ambon-Spektroom: Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, membuka Pelatihan Caregiver Program SMK Go Global yang merupakan kerja sama Poltekkes Kemenkes Maluku dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Utara, di Aula Christina Martha Tiahahu, Poltekkes Kemenkes Maluku, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru