Selama September 2026 Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 502 Kejadian Gempabumi

Selama September 2026 Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 502 Kejadian Gempabumi
Sumber:Geofisika Ternate

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate mencatat selama periode bulan September 2026 aktivitas seismisitas di Maluku Utara dan sekitarnya tercatat sebanyak 502 kejadian gempabumi dengan 2 gempabumi yang dirasakan masyarakat.

Aktivitas didominasi oleh gempabumi dangkal dengan kedalaman 50 km sebesar 62,9 persen, 50 - 100 km sebesar 17 persen, 100 - 250 km sebesar 18,2 persen dan kedalaman lebih dari 250 km sebesar 0,7 persen. Sementara berdasarkan Magnitudo kurang dari Magnitudo 3 sebesar 50,8 persen, Magnitudo 3 hingga 5 sebesar 48,4 persen, dan Magnitudo diatas 5 sebesar 0,8 persen.

Aktivitas kegempaan berdasarkan wilayah di Laut Maluku, Halmahera Bagian Utara, Halmahera Bagian Timur, Halmahera Bagian Barat, Halmahera Bagian Selatan, Kepulauan Sula dan Taliabu serta Sulawesi, dengan aktivitas kegempaan tertinggi berada di Laut Maluku.

Dalam releasenya Jumat (2/10/2026) Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa mengatakan, masyarakat agar tetap tenang tetapi selalu waspada.

Untuk aktivitas petir selama bulan September 2026, terjadi 16 kali kejadian dengan presentasi CG+ 6,3 persen dan IC 93,8 persen.

"Selama periode pengamatan, kondisi kegempaan, petir, dan kemagnetan bumi di Maluku Utara relatif kondusif. Aktivitas gempabumi didominasi gempa-gempa kecil dan tidak dirasakan, aktivitas petir tercatat dalam jumlah terbatas, serta kondisi medan magnet Bumi berada pada tingkat tenang," tutup Erik.

Untuk memperoleh informasi dapat hubungi Stasiun Geofisika Ternate yang beralamat di Jl. Bali Bunga, Kel. Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, 97713, Telepon/WhatsApp 0815-9966-108.

Berita terkait

Saat Air Menjadi Kebutuhan, Unsoed Salurkan Bantuan ke 84 Desa di Banyumas

Saat Air Menjadi Kebutuhan, Unsoed Salurkan Bantuan ke 84 Desa di Banyumas

Purwokerto-Spektroom : Bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Air dibutuhkan untuk memasak, minum, mencuci, hingga menjaga kebersihan keluarga. Ketika sumber air mulai terbatas, bantuan menjadi sangat berarti. Kondisi tersebut mendorong Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ikut turun tangan. Melalui program Unsoed Peduli, perguruan

Bian Pamungkas
Pomdam XV/Pattimura Tangani Perkara korban Penganiayaan Meninggal Dunia di Pelauw

Pomdam XV/Pattimura Tangani Perkara korban Penganiayaan Meninggal Dunia di Pelauw

Ambon-Spektroom:Pomdam XV Pattimura sedang menangani proses hukum terhadap seorang oknum prajurit TNI berinisial SMT, diduga terlibat dalam perkara penganiayaan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia di Pelauw, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, pada Selasa, (29/9/2026) lalu. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat, namun kemudian

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru