Selamat dari Galodo Palembayan, Balita Fathan Resmi Jadi Anak Asuh Polri

Selamat dari Galodo Palembayan, Balita Fathan Resmi Jadi Anak Asuh Polri
Kapolda Sumbar Irjen Pol.Gatot Tri Suryatna berdialog dengan keluarga Rayhan Alfatah ( foto dok.humas polda sumbar)

Spektroom - Awal tahun 2026 menghadirkan harapan baru bagi Reyhan Al Fathan, balita berusia tiga bulan yang menjadi satu-satunya anggota keluarga selamat dari bencana banjir bandang atau galodo di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryatna menetapkan Fathan sebagai anak asuh Polri dan menjamin pendidikannya hingga jenjang sarjana, dengan peluang dibina menjadi anggota kepolisian di masa depan.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Sumbar saat mengunjungi rumah nenek Fathan di Nagari Salareh Aia Timur, di sela kunjungan kerja meninjau percepatan penanganan pascabencana di Kabupaten Agam.

Irjen Pol Gatot menegaskan bantuan yang diberikan mencakup pembiayaan pendidikan dan tabungan masa depan, tanpa memisahkan Fathan dari keluarga.

“Yang penting Fathan nanti sampai sarjana. Kalau mau masuk polisi, kita siapkan jadi anggota Polri. Fathan sudah menjadi anak asuhnya Polri,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Klarifikasi diberikan setelah keluarga meminta penjelasan terkait status anak asuh tersebut. Nenek Fathan, Yuslaini, menekankan agar hak asuh keluarga tetap terjaga. Menanggapi hal itu, Kapolda menegaskan tidak ada perpindahan hak asuh.

“Tidak kita bawa ke mana-mana. Fathan tetap cucu ibu. Kita hanya membantu biayanya sehingga tidak ada masalah sampai besar,” kata Gatot.

Dukungan juga datang dari keluarga lainnya. Kakek Fathan, Mulyadi, menyatakan keluarga menerima niat baik tersebut sebagai penguat di tengah duka mendalam.

“Kami sangat menerima usulan bapak Kapolda. Ini kehendak Yang Maha Kuasa, ada jalan lain yang dibukakan,” tuturnya.

Reyhan Al Fathan merupakan anak kedua dari pasangan Aldi Saputra (26) dan Ranti Akmal (26), pedagang aksesori di kawasan Jam Gadang, Bukittinggi. Kakaknya, Reyhan Al Azzam yang berusia satu tahun, turut menjadi korban galodo yang terjadi pada Kamis petang, 27 November 2025. Saat itu, arus deras Sungai Selaras meruntuhkan permukiman warga di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur. Rumah keluarga Fathan yang dihuni delapan orang ikut terseret, dan seluruh anggota keluarga dinyatakan meninggal dunia.

Fathan ditemukan warga pada hari kedua pascabencana setelah tangisannya terdengar dari balik timbunan kayu dan lumpur. Sejak itu, ia dirawat oleh neneknya, Yuslaini (57), dan kakeknya, Faisal (59), di rumah keluarga di Tanah Lapang, Nagari Salareh Aia Timur. Kunjungan Kapolda Sumbar yang didampingi Kapolres Agam AKBP Muari dan Kapolsek Palembayan AKP Alwizi Safriadi menjadi simbol kehadiran negara dalam memastikan masa depan korban selamat bencana, sekaligus penguatan empati institusi kepolisian di tengah proses pemulihan pasca galodo .(Rita.rz )

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti