Semarak CFD Solo, Ibu-ibu Berkebaya Tampil Energik Lewat Senam Sehat

Semarak CFD Solo, Ibu-ibu Berkebaya Tampil Energik Lewat Senam Sehat
Ibu-ibu berkebaya tampil energik dalam senam sehat di lokasi CFD Kota Solo. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Suasana Car Free Day (CFD) jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (26/4/2026), tampak semakin semarak dengan penampilan sekelompok perempuan berkebaya yang mengikuti senam sehat secara kompak dan energik.

Di tengah lalu lalang warga yang memadati kawasan CFD, ibu-ibu paruh baya tersebut terlihat luwes bergerak mengikuti irama musik yang rancak. Menariknya, meski mereka mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain atau rok bawahan, maupun celana panjang, tetap terlihat lincah dalam setiap gerakan senam.

Kelompok senam tersebut merupakan anggota senam dari Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) yang rutin mengisi kegiatan CFD setiap akhir pekan. Kekompakan gerakan mereka menunjukkan kebiasaan berlatih secara rutin, sehingga mampu tampil percaya diri di ruang publik.

Aksi mereka pun menarik perhatian warga. Sejumlah pengunjung yang melintas terlihat berhenti sejenak untuk menyaksikan, bahkan ada yang ikut bergabung. Apalagi gerakan yang dibawakan juga cukup familiar di kalangan masyarakat, seperti senam Tobelo dan Poco-poco.

“Wah, suara musik dan gerakan senamnya membuat saya tidak bisa menahan diri untuk ikut bergabung. Lumayan untuk berkeringat sebelum lanjut jalan santai di CFD,” ujar Hartanti, seorang ibu rumah tangga yang tengah menikmati suasana CFD bersama keluarganya.

Walaupun memakai kebaya ibu2 tetap semangat dan tidak terganggu dengan pakaian yang dikenakan. ( Foto ; Ciptati Handayani).

Koordinator senam, Natalia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin mingguan dari PMS di CFD. Khusus pada bulan April, yang identik dengan peringatan Hari Kartini, para peserta sengaja mengenakan kebaya sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perempuan Indonesia.

“Kami rutin mengisi CFD setiap Minggu dengan senam bersama, khususnya Wai Tan Kung, yang juga diselingi dengan senam lain seperti Tobelo dan Poco-poco,” ungkap Natalia kepada Spektroom.

Natalia yang juga menjabat sebagai Ketua Krida Prana Wai Tan Kung PMS menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi manfaat senam bagi kesehatan masyarakat.

Selain di CFD, PMS juga menggelar senam rutin setiap hari di kawasan Jalan Ir. Juanda Solo, yang diikuti sekitar 50 hingga 70 peserta. Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam Wai Tan Kung pukul 05.00 WIB, senam Tai Chi pukul 06.00 WIB, dan untuk senam Bankusengkung pukul 07.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat hidup sehat dapat dipadukan dengan pelestarian budaya, sekaligus memperkuat kebersamaan di ruang publik Kota Solo.

“Dengan senam Wai Tan Kung maupun Tai Chi, tubuh bisa menjadi lebih sehat, bugar, dan terasa lebih muda. Karena itu kami rutin mengajak masyarakat untuk ikut berolahraga bersama,” pungkasnya. (Ciptati Handayani)

Berita terkait