Semarak Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Kalteng Lestarikan Budaya Dayak Lewat Lomba Besei Kambe

Semarak Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Kalteng Lestarikan Budaya Dayak Lewat Lomba Besei Kambe
Salah satu peserta lomba besei kambe melaju hasil kekompakan tim di sungai Kahayan. (Foto: Dok. Andre)

Palangka Raya- Spektroom : Semarak Hari Bhayangkara ke-80 di Kalimantan Tengah (Kalteng) terasa berbeda tahun ini. Polda Kalteng menghadirkan nuansa budaya lokal dengan menggelar Lomba Besei Kambe di bawah Jembatan Sungai Kahayan, Jalan S. Parman, Kota Palangka Raya, Sabtu (20/6/2026).

Sebanyak puluhan tim yang terdiri dari satuan kerja Polda Kalteng, jajaran kepolisian, hingga masyarakat umum ambil bagian dalam perlombaan olahraga tradisional khas masyarakat Dayak Kalteng ini. Ayunan dayung yang membelah arus Sungai Kahayan menjadi simbol semangat kebersamaan dan kekompakan.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menyatakan bahwa Lomba Besei Kambe dipilih bukan sekadar untuk hiburan. Perlombaan ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya lokal warisan leluhur.

"Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng menyelenggarakan beberapa kegiatan perlombaan yang dititikberatkan pada kegiatan berbasis kearifan lokal," ujar Kapolda

Besei Kambe sendiri merupakan olahraga tradisional balap perahu khas masyarakat Dayak di Kalteng yang telah diwariskan turun-temurun. Tradisi ini tumbuh dari kehidupan masyarakat bantaran sungai yang sejak dahulu menjadikan perahu sebagai sarana transportasi sekaligus identitas budaya.

Secara filosofis, Besei Kambe mengandung makna keberanian, kekompakan, dan semangat gotong royong. Dalam tradisi Dayak, kekuatan tidak hanya diukur dari kemampuan individu, melainkan juga keserasian gerak bersama dalam menghadapi arus kehidupan.

Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, olahraga tradisional ini juga menyimpan pesan tentang hubungan harmonis manusia dengan alam dan pentingnya persatuan. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat sejalan dengan semangat pengabdian Polri dalam melayani masyarakat.

"Kita tahu ini merupakan perlombaan turun-temurun warisan para leluhur di Kalimantan Tengah. Kami berharap budaya ini bisa tetap terpelihara dan terjaga," tambahnya.

Melalui perlombaan ini, Kapolda juga berharap terjalin kedekatan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat. Besei Kambe tidak sekadar menjadi ajang adu cepat di atas air, melainkan ruang kebersamaan yang mempertemukan aparat dan warga dalam semangat sportivitas. Dayung yang bergerak serempak di Sungai Kahayan membawa pesan bahwa budaya akan terus hidup jika dijaga bersama.( Hy/Polin/Andre)

Berita terkait