Sembilan Penerbangan dari YIA ke Soekarno-Hatta Batal Akibat Abu Vulkanik
Yogyakarta-Spektroom : Sebanyak sembilan penerbangan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) mengalami pembatalan pada Minggu (6/9/2026).
Pembatalan tersebut terjadi sebagai dampak aktivitas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi operasional penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Muhammad Thamrin, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi abu vulkanik yang berdampak terhadap sejumlah penerbangan di YIA.
“Memperhatikan kondisi aktivitas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap operasional penerbangan, sejumlah penerbangan mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal di bandara,” ujar Thamrin.
Ia memahami kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidak nyamanan bagi pengguna jasa bandara. Karena itu, penumpang diimbau secara berkala memastikan status penerbangan kepada maskapai masing-masing.
Selain itu, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports 172 untuk memperoleh informasi terbaru maupun bantuan layanan.
Menurut Thamrin, pihak YIA juga telah menyampaikan perkembangan kondisi penerbangan melalui kanal media sosial resmi @bandarayogyakarta serta terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk maskapai, BMKG, dan AirNav Indonesia.
“Hingga pukul 10.30 WIB, terdapat sembilan pembatalan penerbangan dengan rute CGK dan satu penerbangan mengalami keterlambatan dengan rute PLM,” jelasnya.
Sementara itu, penerbangan dari YIA dengan tujuan Bandung, Denpasar, dan Makassar masih berjalan sesuai jadwal dan tidak mengalami pembatalan.
Thamrin menegaskan, YIA akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan operasional penerbangan serta memastikan fasilitas dan layanan bagi pengguna jasa tetap aman dan nyaman.
Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, maskapai memberikan hak berupa pengembalian dana tiket atau refund sebesar 100 persen maupun penjadwalan ulang atau reschedule, sesuai ketentuan yang berlaku.