Semeru Erupsi, Bupati Lumajang Menghimbau Warga Yang Berada Di Zona Merah Segera Mengungsi

Semeru Erupsi, Bupati Lumajang Menghimbau Warga Yang Berada Di Zona Merah Segera Mengungsi
Bupati Lumajang Indah Amperawati ke lokasi erupsi (Foto Diskominfo Lumajang)

Spektroom - Bupati Lumajang Indah Amperawati , menghimbau kepada masyarakat lumajang untuk lebih berhati hati khususnya di Kawasan Resiko Bencana ( KRB) yang masuk Zona Merah seperti Desa Sumber Wuluh, Desa Jugosari, kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo “Warga Desa Sumber wuluh, Jugosari kecamatan Candipuro dan kecamatan Pronojiwo yang berada dalam Zona merah segera mengungsi ke tempat yang di tentukan pemerintah,” Jelasnya. “Saya sudah menanda tangani malam ini SK perpanjangan tanggap darurat selama sepekan kemudian surat edaran status siaga menjadi awas, Hari ini pemerintah fokus pergerakan masyarakat , yang paling penting masyarakat, Alhamdulillah masyarakat kita sekarang terutama di wilayah sekitar bencana atau di zona merah sudah mau peduli , sadar apa yang harus mereka lakukan,” ungkap Bupati Indah. “Untuk di dusun sumber langsep desa Jugosari melalui pak kampung mulai tadi sore saya telepon supaya masyarakatnya tidak boleh keluar dari dusunnya supaya aman,” tegasnya dalam siaran pers Rabu, 19/11/2025. Sementara Polres Lumajang melakukan berbagai upaya, diantaranya langkah menutup jalur Lumajang - Malang. Sehingga masyarakat yang akan menggunakan jalur tersebut harus melalui Probolinggo, dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dengan kondisi peningkatan status semeru tersebut. Jarak luncur lava dan awan panas saat ini sudah mencapai 23 KM menuju perkampungan dan banyak warga yang mulai mengungsi di beberapa titik. Untuk sementara yang sudah terdata ada di balai desa Penanggal Kecamatan Candipuro, Balai Desa Sumberejo Kecamatan Candipuro. Ipda Untoro Kasi Humas Polres Lumajang menyebut sejumlah warga di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang telah melakukan evakuasi ke balai desa setempat. “Dikarenakan keadaan semeru yang meningkat dari level III WASPADA KE LEVEL IV AWAS, Polres lumajang ambil langkah menutup jalur Lumajang Malang. Sehingga masyarakat yang akan menggunakan jalur tersebut harus melalui Probolinggo, dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dengan kondisi peningkatan status semeru tersebut,” jelas Ipda Untoro Kasi Humas Polres Lumajang Sementara Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, terjadi peningkatan aktivitas pada pukul 16.00 WIB yang semula dari level II atau waspada menjadi level III siaga. “Pada pukul 16.00 WIB, kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari plevel II (Waspada) ke level III (Siaga),” ungkap Gatot

Gladak perak gelap (Foto BPBD Lumajang)

Gatot menjelaskan, saat ini kondisi awan panas guguran masih berlangsung dengan amplitudo maksimum 40 mm. Jarak luncuran dilaporkan mencapai 8,5 kilometer dengan arah angin menuju ke Utara. “Awan panas dengan jarak luncur 8.5 km dari puncak gunung. Arah angin menuju ke Utara. Untuk saat ini pemerintah telah menutup akses Jembatan Gladak Perak di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang demi keamanan. Gatot menyebut tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini

Gladak perak ditutup karena gelap (BPBD Lumajang,)

“Saat ini, akses di Jembatan Gladak Perak ditutup. Cuaca terpantau berawan, korban nihil,” pungkasnya.(Budi S)

Editor. : Biantoro.

Berita terkait