Trending

Seratus Tiga Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni Resmi Memulai Tugasnya

Data yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Seratus Tiga Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni Resmi Memulai Tugasnya
Wakil Bupati Kab.Teluk Bintuni Joko Lingara melakukan penyematan tanda petugas sensus ekonomi.(foto: Tony Teniwut).

Bintuni-Spektroom : Seratus Tiga petugas yang akan melakukan pendataan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat hingga ke wilayah terpencil di seluruh Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026, dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Joko Lingara, di halaman Kantor Bupati SP 3, Distrik Manimeri, Senin,15 Juni 2026.

Pelepasan 103 petugas Sensus Ekonomi itu ditandai dengan penyematan tanda pengenal dan pemakaian rompi kepada perwakilan petugas.

Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan daerah.

Dengan demikian, data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan ekonomi, pengembangan investasi, pemberdayaan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Data yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan data yang berkualitas, pemerintah dapat merumuskan program yang tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Joko Lingara.

Ia mengajak seluruh masyarakat, pemerintah distrik dan kampung, serta pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap kepada petugas di lapangan.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Teluk Bintuni, Maimun, menjelaskan ke 103 petugas mulai melakukan pendataan 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan dilakukan secara door to door dan menjangkau seluruh keluarga, baik yang berada di wilayah perkotaan, pesisir maupun pegunungan.

“Kami akan mendata seluruh usaha tanpa terkecuali, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga besar. Bahkan usaha berbasis digital dan usaha online juga menjadi bagian dari pendataan tahun ini,” katanya.

Maimun menambahkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berbeda dari tahun sebelumnya karena menggunakan aplikasi digital berbasis gadget sehingga data yang dikumpulkan langsung tersimpan di server pusat BPS.

Disamping itu, sensus kali ini diharapkan menghasilkan data ekonomi hingga tingkat wilayah terkecil, sekaligus memotret perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, daya saing usaha, serta kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Berita terkait

Pesparawi Sleman 2026 Jadi Ruang Pererat Kerukunan dan Kembangkan Bakat Paduan Suara

Pesparawi Sleman 2026 Jadi Ruang Pererat Kerukunan dan Kembangkan Bakat Paduan Suara

Sleman-Spektroom : Seni paduan suara tidak hanya menjadi ruang untuk mengekspresikan kreativitas, tetapi juga dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan dan membangun kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Nilai tersebut menjadi salah satu pesan dalam penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kabupaten Sleman Tahun 2026. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, membuka Pesparawi 2026

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Pertahankan Swasembada Pangan, Penopang Pangan Nasional, Gubernur Ahmad Luthfi Optimis Produksi Padi Penuhi Target

Pertahankan Swasembada Pangan, Penopang Pangan Nasional, Gubernur Ahmad Luthfi Optimis Produksi Padi Penuhi Target

Senarang-Spektroom: Hujan mulai turun di beberapa wilayah di Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan optimistis produksi padi pada 2026 di wilayahnya mampu memenuhi target. “Alhamdulillah kemarin sudah mulai hujan, semoga sampai Desember nanti kita mampu mencapai target,” kata Luthfi, Sabtu (31/10/2026). Luthfi menjelaskan, sebagai salah satu penumpu

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas