Serunya MPLS SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang dari Mengenal Potensi Kebakaran, Mengelus Ular dan Bermain Air

Serunya MPLS SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang dari Mengenal Potensi Kebakaran, Mengelus Ular dan Bermain Air
Dua siswa siswi baru SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang saat bercengkerama dengan ular didampingi Damkar Kota Semarang, (Foto:Sigit)

Semarang_Spektroom: Suasana ceria namun juga penuh jerit tawa antara takut, geli dan penasaran, ketika siswa memegang ular di halaman SMP Islam Sultan Agung Satu (SMP Sula One), Senin, 13 Juli 2026.

Sebanyak 160 siswa baru yang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mengikuti materi kegiatan kesiapsiagaan bencana dengan mentor tim Damkar Kota Semarang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Humas SMP Sula One, Fathul Alim S.P.di. mengatakan  MPLS berlangsung 5 hari sesuai dengan Permendikbud no 12 Th 2026.

Sedangkan materi yang diberikan kepada siswa baru menyangkut pada pengenalan lingkungan, budaya 5S, sopan santun digital, dan gerakan karakter, dengan melarang keras perpeloncoan serta atribut non-edukatif.

"Kita lakukan MPLS selama lima hari sesuai permendikbud no 12 th 2026. Di dalamnya kita isi dengan materi lingkungan sekolah, budaya 5S, etika digital, tanggap bencana dan napsa." Ujarnya.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung mulai Senin 13 Juli hingga berakhir pada hari jumat, 17 Juli 2026.

Adapun materi kegiatan meliputi Senin, tanggap Bencana Damkar, Selasa Lungkungan Sekolah, Rabu Napza, Kamis Out Bond dan Jumat Senam Sehat.

Sementara itu Kepala SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang, Ahmad Hakim Rifa'i, S.Pd, M.Si menjelaskan perlunya warga selolah mengerti tentang kebencanaan.

"Dengan gedung baru sekolah kita yang bertingkat ini, warga sekolah perlu dibekali dengan pengetahuan kebencanaan. Kita tidak berharap hal buruk terjadi, namun berikhtiar sebagai langkah antisipasi," jelasnya.

Rifa'i juga menyatakan bahwa setiap tingkat ruangan, gedung sekolah sekolah sudah dilengkapi dengan empat alat pemadam api ringan (Apar).

Pada penyampaian materi tanggap bencana khususnya berbagai penanganan kebakaran awal/ringan, tampil Dimas Prasetya Wardana dari Bidang Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (Berdasimas).

Dimas mengajarkan teori dan praktek dengan seru terkait pemadam api awal kebakaran pada selang gas, tangki motor, hingga kompor dengsnnkicak dan menghibur.

Menurut Dimas, siswa baru penting dikenalkan dengan pengetahuan tentang bencana kebakaran, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan menimpa siapa saja.

Harapannya, sosialisasi ini menjadikan siswa meningkatkan kesiap-siagaan, memiliki kewaspadaan terhadap penyalaan api awal yang bisa berpotensi terjadi kebakaran di lingkungan rumah ataupun sekolah.

"Pengetahuan secara dini untuk anak-anak terkait bencana kebakaran sangat penting. Sehingga anak-anak bisa meningkatkan kesiap-siagaan bencana, dan  waspada terhadap penyalaan api awal tetjafinya kebakaran," ujarnya.

Komen keseruan sosialisasi penangan kebakaran oleh Damkar di halaman SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang berakhir dengan keseruan mandi air dari semprotan mobil pemadam kebakaran.

Berita terkait

Kepastian Hukum Jadi Fondasi Kepercayaan Investor di NTB

Kepastian Hukum Jadi Fondasi Kepercayaan Investor di NTB

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menempatkan kepastian hukum dan kemudahan berusaha sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan investor. Kepastian tersebut tidak hanya menyangkut proses perizinan, tetapi juga legalitas usaha dan dukungan ekosistem hukum yang memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan investasinya. Hal itu ditegaskan Wakil

Marsam Putrangga, Julianto
Program Bedah Rumah di Lampung Meningkat Signifikan dari 2.390 Unit Pada 2025 Jadi 13.276 Unit Pada 2026

Program Bedah Rumah di Lampung Meningkat Signifikan dari 2.390 Unit Pada 2025 Jadi 13.276 Unit Pada 2026

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengikuti Rapat Koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait secara virtual dari ruang kerja Gubernur, Kamis (17/9/2026). Rapat koordinasi tersebut membahas perkembangan sejumlah program perumahan di Provinsi Lampung, meliputi penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan rumah

Anggoro AP