Trending

Setelah Enam Bulan Menanti, Hujan Dini Hari Membawa Harapan bagi Warga Ternate

Setelah Enam Bulan Menanti, Hujan Dini Hari Membawa Harapan bagi Warga Ternate
Ternate semalam mulai diguyur hujan, setelah 6 bulan kemarau. Selasa (13/10/2026). (Foto : Samin Hamudu).

Ternate-Spektroom : Bukan suara kendaraan atau hiruk-pikuk kota yang menjadi perhatian warga Ternate pada Selasa (13/10/2026) dini hari, melainkan suara rintik hujan yang perlahan membasahi bumi.

Bagi sebagian warga, hujan yang turun setelah enam bulan kemarau itu terasa begitu istimewa hingga disambut dengan sujud syukur dan lantunan doa.

Hujan mulai turun sekitar pukul 01.10 WIT. Tak lama kemudian, intensitasnya meningkat menjadi hujan lebat, sempat mereda, lalu kembali menyisakan gerimis di tengah udara malam yang sejuk.

Kabar turunnya hujan segera menyebar melalui grup-grup WhatsApp. Ucapan syukur memenuhi percakapan warga yang merasa hujan tersebut sebagai anugerah setelah melewati masa panjang tanpa guyuran air dari langit.

“Alhamdulillah ya Rob, sudah menurunkan berkah dari langit,” tulis Adnan dalam percakapan di grup WhatsApp.

Bagi Angler, warga Kabupaten Kepulauan Sula yang sedang berada di Ternate, hujan malam itu menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ia mengucapkan Alhamdulillah berulang kali, kemudian mengambil sedikit air hujan untuk membasuh wajahnya.

0:00
/0:23

Setelah 6 bulan dilanda kemarau, Ternate semalam hingga pagi tadi Selasa, (13/10/2026) diguyur hujan. (Foto : Samin Hamudu).

Dalam doanya, ia berharap hujan membawa kebaikan, kesehatan, dan perlindungan bagi dirinya.

“Semoga menjadi syifa atas izin dan kasih sayang-Mu, ya Allah SWT. Kiranya tubuhku yang lemah ini bertambah sehat walafiat dan jasadku tetap dalam lindungan-Mu,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi Talo S., seorang petani yang ditemui sedang menampung air hujan, turunnya hujan membawa harapan yang lebih nyata. Setelah berbulan-bulan menghadapi kemarau, air hujan menjadi bantuan yang sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menyirami tanaman.

Ia mengaku bersyukur karena tidak perlu terus-menerus mengambil air dari sumber yang jauh untuk kebutuhan pertanian.

“Hujan adalah rahmat Allah SWT. Bukan hanya membantu warga yang tinggal jauh dari sumber air, tetapi juga menyirami tanaman dan membantu menyuburkan tanah,” ujarnya.

Pantauan Spektroom menunjukkan sejumlah ruas jalan di Kota Ternate yang biasanya ramai hingga larut malam tampak lebih lengang saat hujan turun. Embusan angin sepoi-sepoi dan langit yang masih mendung mengiringi suasana kota selepas hujan.

Bagi sebagian orang, hujan mungkin hanya perubahan cuaca. Namun, bagi warga yang telah lama menantinya, setiap tetes air membawa arti tersendiri: kelegaan bagi mereka yang membutuhkan air, harapan bagi petani, dan kesempatan untuk kembali bersyukur atas kehidupan.

Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, hujan dini hari itu menjadi pengingat bahwa hal sederhana yang kerap dianggap biasa dapat terasa begitu berharga ketika lama dinanti

Berita terkait

Wagub Jihan Dorong Konsep Pengelolaan Hutan Berbasis Ekonomi, Melalui Pengembangan Komoditas Unggulan

Wagub Jihan Dorong Konsep Pengelolaan Hutan Berbasis Ekonomi, Melalui Pengembangan Komoditas Unggulan

Bandarlampung - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong penguatan tata kelola kehutanan yang terintegrasi, berintegritas, dan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.  Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan pada kegiatan Penguatan Sinergi dan Komitmen Bersama dalam Mewujudkan Hutan Lampung yang Lestari dan Berkelanjutan, di

Anggoro AP
UIN Maliki Malang Gandeng KPK, 138 Pimpinan Kampus Susun Aksi Berantas Gratifikasi

UIN Maliki Malang Gandeng KPK, 138 Pimpinan Kampus Susun Aksi Berantas Gratifikasi

Malang - Spektroom : Sebanyak 138 pimpinan dan pejabat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat sistem pengendalian gratifikasi melalui program piloting bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Langkah ini diarahkan untuk membangun tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, dan berintegritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Rencana Tindak Lanjut

Buang Supeno
BLK Rembang Buka Pelatihan Gratis Empat Kejuruan Pendaftaran hingga 14 Oktober 2026

BLK Rembang Buka Pelatihan Gratis Empat Kejuruan Pendaftaran hingga 14 Oktober 2026

Rembang-Spektroom: Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia ketenaga kerjaan, Balai Pelatihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang membuka pendaftaran pelatihan kerja gratis batch 6. Tersedia empat kejuruan, yakni tata rias wajah, pembuatan roti dan kue, menjahit, serta pengelasan di uka untuk umum. Pendaftaran dibuka

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas