Sholawat Kebangsaan & Walk for Harmony: 40 Ribu Warga Dibidik Hadir, Kemenag Mantapkan Surabaya sebagai Panggung Kerukunan Nasional

Sholawat Kebangsaan & Walk for Harmony: 40 Ribu Warga Dibidik Hadir, Kemenag Mantapkan Surabaya sebagai Panggung Kerukunan Nasional
Kerukunan dan solidaritas sosial adalah energi kolektif yang harus terus dipupuk. (dok.eflyer Kemenag RI)

Spektroom - Kementerian Agama menggeber dua hajatan besar bertajuk The Wonder of Harmony di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya: Sholawat Kebangsaan dan Walk for Harmony.

Target pesertanya 40.000 orang dari berbagai elemen masyarakat. Dua acara ini bukan sekadar keramaian akhir pekan, tapi penegasan bahwa zakat, wakaf, kerukunan, dan solidaritas sosial adalah energi kolektif yang harus terus dipupuk.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bobot strategis rangkaian tersebut.

“Kami menargetkan kehadiran hingga 40.000 peserta sebagai bentuk partisipasi luas masyarakat dalam merawat kerukunan. Melalui rangkaian ini, kami ingin memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam mengelola zakat dan wakaf secara profesional dan transparan,” ujarnya Kamis, (27/11/2025)

Ia menjelaskan, dua agenda yang digelar berjarak dua hari ini Sholawat Kebangsaan pada 28 November dan Walk for Harmony pada 30 November disiapkan bukan hanya sebagai acara rutin, tetapi sebagai ruang refleksi bersama.

“Kegiatan ini dirancang sebagai momentum untuk meneguhkan rasa syukur, memperluas kolaborasi antarlembaga, serta membangun kesadaran bahwa kedermawanan umat merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan sosial,” katanya.

Rangkaian The Wonder of Harmony juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang zakat dan wakaf, selaras dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 2011.

Pembinaan dan pengawasan oleh BAZNAS, LAZ, dan BWI dianggap kunci penguatan literasi ZISWAF secara berkelanjutan. Masyarakat diharapkan semakin terlibat, bukan sekadar sebagai donatur, tetapi sebagai bagian dari gerakan sosial yang mendorong pembangunan ekonomi.

Agenda besar ini akan dihadiri Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, pimpinan BAZNAS dan BWI, pejabat Kemenag, tokoh lintas agama, pelajar MAN se-Jawa Timur, serta komunitas zakat-wakaf dari berbagai daerah.

Kombinasi kegiatan spiritual dan aktivitas sosial dari lantunan sholawat hingga jalan sehat diproyeksikan menjadi ruang pertemuan yang cair, egaliter, dan mempererat relasi sosial.Abu menegaskan bahwa ukuran suksesnya bukan pada kerumunan semata.

“Keberhasilan acara tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari meningkatnya pemahaman publik dan tumbuhnya partisipasi nyata dalam menyalurkan ZISWAF secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menutup dengan pesan gamblang yang merangkum ruh acara:
“Harmoni bukan hanya narasi, tetapi praktik keseharian yang dibangun melalui syukur, kepedulian, dan kebersamaan.”

Akankah aksi aksi di Surabaya ini kembali memainkan perannya sebagai kota yang melahirkan nyali, persatuan, dan keberanian.

Semangat 10 November 1945 yang menjunjung marwah Hari Pahlawan bergema dalam bentuk yang lebih damai. Jika dulu para pejuang mengangkat bambu runcing demi kemerdekaan, kini masyarakat mengangkat solidaritas, syukur, dan kepedulian sebagai senjata peradaban.

The Wonder of Harmony tanggal 30 Nopember tahun 2025 menjadi panggung tempat nilai-nilai itu hidup kembali: heroik dalam semangat, harmonis dalam pelaksanaan, dan relevan bagi masa depan bangsa. (Polin - M. Khouron)

Berita terkait