Siaga Berlapis, Banjir dan Batingsor Belum Pulih Karhutla Muncul

Siaga Berlapis, Banjir dan Batingsor Belum Pulih Karhutla Muncul
Kegiatan Pusdalops PB BPBD Provinsi Kalbar. Foto : Apolo/Spektroom

Spektroom - Kalimantan Barat kembali dihadapkan pada situasi siaga bencana berlapis.

Di saat sejumlah wilayah masih berjibaku dengan dampak banjir dan tanah longsor (batingsor) akibat curah hujan tinggi, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai muncul seiring perubahan pola cuaca dalam sepekan terakhir. Kondisi ini menempatkan aparat dan masyarakat dalam kewaspadaan ganda.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Kalimantan Barat meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi bersamaan.

Dihubungi via WA, Koordinator Harian Pusdalops PB BPBD Kalbar, Daniel, meminta seluruh BPBD kabupaten dan kota untuk aktif melaporkan setiap kejadian bencana guna memastikan respons cepat dan terkoordinasi.

“Pelaporan cepat sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secara terpadu, mengingat kondisi cuaca saat ini tidak menentu,” ujar Daniel. Minggu (18/02/2026).

Ia membenarkan bahwa kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di Kabupaten Kubu Raya.

Wilayah ini dikenal memiliki bentang lahan gambut yang luas dan sangat rentan terbakar saat memasuki musim kemarau.

Tim terpadu BPBD kubu raya di lapangan.

BPBD Kubu Raya bersama tim gabungan kini mulai berjibaku melakukan penanganan di lapangan. Perubahan cuaca dari musim hujan ke kemarau memicu munculnya titik api di dua wilayah berbeda di Kubu Raya.

Berdasarkan laporan, kebakaran terjadi di Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Kakap pada Jumat, 16 Januari 2026.

Menyikapi kondisi tersebut, Tim Siaga Karhutla yang terdiri dari Polres Kubu Raya, Dit Samapta Polda Kalbar, BNPB, TNI, Pemadam Kebakaran Kubu Raya, serta sejumlah pemangku kepentingan langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman intensif.

Titik api pertama terpantau di Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Api menghanguskan lahan kosong seluas kurang lebih dua hektare dan sempat menimbulkan kekhawatiran karena jaraknya hanya sekitar 70 meter dari permukiman warga.

Sementara titik api kedua berada di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, dengan luas lahan terbakar sekitar 1,5 hektare.

Kedua lokasi tersebut merupakan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menegaskan bahwa penanganan karhutla menjadi prioritas utama.

“Kami terus melakukan pemadaman dan pendinginan secara maksimal serta meningkatkan patroli di titik rawan karhutla, terutama untuk menjaga keselamatan warga dan kelancaran aktivitas transportasi di sekitar Bandara Internasional Supadio,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan bara api di lapisan gambut benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan.

Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan asap atau titik api.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti