Sidak Proyek Revitalisasi Alun- Alun Bupati Subandi Geram, Proyek Terancam Molor !

Sidak Proyek Revitalisasi Alun- Alun Bupati Subandi Geram, Proyek Terancam Molor !
Bupati Subandi sidak pembangunan Alun Alun Sidoarjo /Foto : Fifin.

Spektroom - Pembangunan Alun-alun Sidoarjo harus tuntas pada 15 Desember. Artinya, kurang 10 hari lagi proyek senilai Rp 24,6 miliar tersebut harus selesai. Namun progresnya ternyata tidak sesuai target dan berpotensi molor.

Kondisi ini membuat Bupati Sidoarjo, Subandi, marah. Terlebih saat meninjau pembangunan Alun-alun Sidoarjo. Ia melihat proses pembangunan masih jauh dari selesai, dan kualitas bangunan tidak sesuai dengan standar.

Bupati Subandi bersama M. Nizar, anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, saat berkeliling di tengah tumpukan material konstruksi yang belum terpasang, mulai dari paseban hingga bagian barat alun-alun. Dalam tinjauan itu, ditemukan besi rakitan cor yang tidak sepenuhnya diikat dengan bendrat.

” Tolong ini diperbaiki, kalau dibiarkan seperti ini tidak akan kuat ketika dicor,” ucap Bupati Subandi kepada kontraktor pelaksana, Jumat ( 5 / 12 / 2025 ).

Tidak hanya itu, Bupati Subandi juga mengecek acian keramik lantai di dekat paseban yang dinilai kurang bagus dan mudah lepas. Sambil meninjau bangunan lain, ia mempertanyakan cara konsultan pengawas melakukan pengawasan yang terkesan amburadul dan kurang profesional.

“Tadi kita lihat banyak temuan ya, ini sebagai koreksi. Karena Alun-alun ini untuk seluruh masyarakat Sidoarjo, jangan sampai nanti hasilnya mengecewakan warga,” tegas Bupati Subandi.

Dari data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, progres pembangunan Alun-alun Sidoarjo meleset dari jadwal. Dari rencana pembangunan yang seharusnya mencapai 96,886 persen, realisasi baru 74,406 persen. Artinya, terdapat keterlambatan pekerjaan sebesar 22,480 persen.

Bupati Subandi menegaskan bahwa jika dilihat dari kondisi di lapangan, keterlambatan tersebut lebih dari 22 persen karena masih banyak bagian yang belum terselesaikan.

” Ini deviasi tidak mungkin hanya 22 persen, wong masih terlihat acak-acakan seperti ini. Dan tinggal waktu 10 hari. Kalau dihitung secara detail, misal keramik saja, pasti nanti tidak akan selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Subandi meminta Kepala DLHK Sidoarjo, M. Bahrul Amig, untuk melakukan pengawasan secara ketat karena proyek ini diawasi langsung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Beberapa proyek mercusuar Pemkab Sidoarjo yang diawasi BPKP antara lain Alun-alun Sidoarjo, RSUD Sedati, Tempat Parkir RSUD R.T. Notopuro, dan Rumah Pompa Kedungpeluk.

“Kalau kerjaan ini tidak bagus, ya sudah, saya minta langsung kasih merah. Sudah tidak ada ampun lagi,” pungkasnya ( Agus Suyono)

Berita terkait

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Maluku Utara, BASARNAS Siagakan 112 Personel

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Maluku Utara, BASARNAS Siagakan 112 Personel

Ternate–Spektroom : Menghadapi pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Provinsi Maluku Utara, BASARNAS Ternate menyiagakan personel sebanyak 112 personel. Ratusan personel yang disiagakan tersebut ditempatkan pada sejumlah posko gabungan yang tersebar di beberapa titik strategis. Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, para personel BASARNAS yang disiapsiagakan telah

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
KSOP Pastikan Penumpang Tujuan Sanana Akan Terangkut Semua

KSOP Pastikan Penumpang Tujuan Sanana Akan Terangkut Semua

Ternate-Spektroom : Menyikapi membeludaknya penumpang arus mudik route Ternate - Sanana, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate menyiapkan penambahan armada transportasi untuk route atau jurusan tersebut. Banyaknya penumpang arus mudik pada route tersebut yang mengakibatkan sebagian penumpang tidak terangkut, disikapioleh KSOP dengan menyiapkan satu kapal yaitu KM. Uki

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru