Sinergi TNI, Mahasiswa KKN Unhas, dan Warga Bangun Jembatan Garuda Merah Putih di Jeneponto

Sinergi TNI, Mahasiswa KKN Unhas, dan Warga Bangun Jembatan Garuda Merah Putih di Jeneponto
Foto:Sinergitas TNI - Mahasiswa dan Masyarakat percepat penyelesaian talud.( Pen Dim 1425/Jeneponto )

Jeneponto –Spektroom : Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa mengapresiasi kolaborasi antara personel TNI, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dan masyarakat yang bergotong royong membangun Jembatan Garuda Merah Putih. Pembangunan ini dinilai sebagai bukti kuatnya semangat persatuan di tengah masyarakat.

Letkol Inf Abdul Muthalib menyatakan bahwa kehadiran generasi muda yang terjun langsung membantu warga bukan hanya mempercepat proses pembangunan fisik. Lebih dari itu, langkah tersebut efektif dalam menumbuhkan rasa kepedulian dan tanggung jawab bersama antargenerasi.

"Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan bangsa. Ketika TNI, mahasiswa, dan masyarakat bersatu dalam gotong royong, maka pekerjaan seberat apa pun akan terasa lebih ringan, dan manfaat pembangunan akan menjadi milik bersama," tegas Dandim Jeneponto.

Hal senada juga diungkapkan oleh Babinsa setempat. Menurutnya, pembangunan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas penghubung antarwilayah, melainkan juga menjadi simbol kuatnya persatuan dan budaya gotong royong yang terus terjaga di lingkungan masyarakat. Partisipasi aktif mahasiswa KKN Unhas dinilai memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan di desa lokasi pengabdian.

Berita terkait

Perang Sunyi dari Pedalaman Kalimantan: Ketika Rakyat Landak Menumpahkan Darah demi Merah Putih

Perang Sunyi dari Pedalaman Kalimantan: Ketika Rakyat Landak Menumpahkan Darah demi Merah Putih

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Landak - Spektroom : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 di Jakarta. Namun bagi masyarakat Landak, wilayah pedalaman Kalimantan Barat yang saat itu terisolasi dari pusat informasi, kabar kemerdekaan tidak serta-merta tiba. Ketika berita itu akhirnya sampai, semangat mempertahankan republik yang baru lahir justru menyala

Apolonius Welly, Rafles