Situs Planggatan, Reruntuhan Candi di Lereng Gunung Lawu
Spektroom - Wilayah lereng Gunung Lawu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Tambak Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, selain memiliki pemandangan indah dan berudara sejuk, juga menyimpan sebuah situs.
Tempat peninggalan penting dimasa lalu itu memiliki nama Situs Planggatan, berada di atas sebuah bukit kecil, dikeliling ladang dan pemukiman penduduk.
Ketika Spektroom datang ke lokasi, terasa berada di puncak candi yang berpendar melingkar ke segenap penjuru. Di situs ini masih ada sisa-sisa candi berupa batu-batu berteras. Namun dibagian puncaknya tumbuh sejumlah pohon yang cukup rindang.
Suasana di situs Planggatan juga begitu tenang dan lengang. Yang terdengar hanya suara hembusan angin dan sesekali suara kicauan burung, atau dari kejauhan terdengar suara ternak piaraan penduduk seperti kokok ayam. Benar-benar tenang dan damai, nuansa pedesaan di pegunungan sangat terasa.
Tak ada petugas satupun disana, jalan masuk situs tertulis “Tanah Milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah”.
Di komplek situs juga terdapat Papan informasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, yang menerangkan; "Situs Planggatan (Tradisi Prasejarah di Lereng Barat Gunung Lawu). Planggatan sebagai situs purbakala memiliki tinggalan-tinggalan berupa susunan bangunan “berteras” yang ditunjukkan adanya anak tangga sebagai penghubung halaman.
Indikasi yang menunjukkan Situs Planggatan sebagai candi adalah batu-batu candi baik polos maupun yang berelief. Salah satu relief itu adalah prasasti berupa sengkalan memet berbunyi “gajah wiku hanayut Wulan” (1378 Saka =1456 Masehi. Relief lain berupa adegan cerita, namun sampai sekarang belum diketahui isi dan makna cerita.
Tinggalan-tinggalan di Situs Planggatan memberi informasi bahwa situs tersebut pada masa lalu, merupakan tempat aktifitas manusia. Besar kemungkinan tempat tersebut berkaitan dengan religi pemujaan.
Saat Spektroom ke lokasi didampingi Ustadz Suhartono – tokoh atau sesepuh desa setempat. Menurutnya situs Planggatan jarang sekali dikunjungi wisatawan.
“Tidak seperti candi Cetho maupun candi Sukuh yang juga berada di lereng Lawu, selalu ramai wisatawan, karena bangunan candinya masih ada. Di Situs Planggatan ini hanya ada sisa-sisa bebatuan candi, kabarnya jika digali kemungkinan masih banyak batu-batu candi, namun hingga kini belum dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya,” ujarnya.
Sementara itu dikutip dari web resmi pemerintah kabupaten Karanganyar, www.karanganyarkab.go,id menyebutkan, Situs Planggatan memiliki total luas 4.460 meter persegi, diapit oleh perkampungan penduduk dan tanah tegalan (perkebunan).
Situs sebagai cagar budaya itu berada pada ketinggian 910 mdpl, merupakan sisa-sisa candi berupa sekumpulan batu andesit tersusun berderet membentuk denah berukuran 30 x 30 meter, yang bagian tengahnya berupa gundukan tanah setinggi satu meter. Dari tinggalan beberapa batu candi ada yang memiliki relief. (Ciptati Handayani)