Soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo dan dr. Tifa Segera Disidang

Soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo dan dr. Tifa Segera Disidang
Flyer Spektroom

Oleh : Heriyoko - Jurnalis Spektroom

Jakarta - Spektroom : Polemik tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru. Penyidik Polda Metro Jaya resmi menangkap pakar telematika Roy Suryo dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa) pada Jumat pagi, 19 Juni 2026

Langkah tegas ini diambil setelah berkas perkara keduanya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman hingga 12 Tahun

Sebelum melakukan penangkapan, Jaksa Penuntut Umum sempat mengembalikan berkas untuk pendalaman lewat laboratorium forensik. Setelah semua unsur terpenuhi, berkas akhirnya dilimpahkan. Kini, Roy Suryo dan dr. Tifa harus bersiap menghadapi jeratan hukum yang cukup berat. Polisi menjerat kedua tokoh ini dengan pasal berlapis, yaitu: Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik

Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2) UU ITE mengenai penyebaran ujaran kebencian serta Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE terkait manipulasi data atau dokumen elektronik

Melalui pasal-pasal tersebut, keduanya terancam hukuman kurungan penjara mulai dari 6 tahun hingga maksimal 12 tahun.

Respons Kubu Jokowi vs Kuasa Hukum Tersangka

Tindakan tegas aparat kepolisian ini langsung memicu reaksi yang bertolak belakang dari kedua kubu.

Pihak Presiden ke 7 Jokowi menanggapi penangkapan ini dengan tenang. Jokowi meminta semua pihak menghormati proses hukum demi memberikan efek jera. Ia juga menegaskan tidak anti terhadap kritik, bahkan siap bersikap kooperatif dengan membawa ijazah aslinya ke persidangan nanti.

Sebaliknya, kubu Roy Suryo dan dr. Tifa melayangkan protes keras. Tim kuasa hukum menilai penangkapan ini berlebihan. Alasan mereka, selama ini kliennya selalu kooperatif dan rajin memenuhi jadwal wajib lapor kepada penyidik

Akhir dari Rangkaian Panjang Kasus Hoaks

Kasus ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari pengusutan panjang terhadap para penyebar awal isu ijazah palsu.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Solo sudah menjatuhkan vonis 6 tahun penjara kepada Sugi Nur Rahardja (Gus Nur) dan Bambang Tri Mulyono karena terbukti menyebarkan berita bohong yang memicu keonaran.

Masyarakat sendiri banyak yang menilai tuduhan terhadap ijazah Jokowi ini murni bermotif politik. Terlebih lagi, keabsahan ijazah kelulusan tersebut sudah diverifikasi resmi oleh pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Bareskrim Polri.

Kini, publik tinggal menunggu jalannya persidangan terbuka. Meja hijau akan menjadi pembuktian akhir yang sah secara hukum untuk mengakhiri polemik nasional ini (**).

Berita terkait

Ketangguhan Dibentuk dari Latihan, Kodim 1425/Jeneponto Terus Asah Kemampuan Bela Diri Prajurit

Ketangguhan Dibentuk dari Latihan, Kodim 1425/Jeneponto Terus Asah Kemampuan Bela Diri Prajurit

Jeneponto-Spektroom : Semangat pembinaan prajurit terus digelorakan Kodim 1425/Jeneponto melalui kegiatan latihan Pencak Silat Militer (PSM) yang dilaksanakan di halaman Makodim 1425/Jeneponto, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Selasa, (4/8/2026). Kegiatan ini dipandu langsung oleh Pasi Ops Kodim 1425/Jeneponto Kapten Inf Muh.

Yahya Patta, Rafles
Keberangkatan Tim Karate Shindoka Malut ke Kejurnas Mendapat Dukungan Garuda Indonesia Ternate

Keberangkatan Tim Karate Shindoka Malut ke Kejurnas Mendapat Dukungan Garuda Indonesia Ternate

Ternate-Spektroom : Keberangkatan Tim Karate Shindoka Maluku Utara mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tanggal 6-8 Agustus 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak salah satunya adalah Penerbangan Garuda Indonesia Cabang Ternate. Dukungan yang diberikan Garuda Indonesia cabang Ternate dengan memberikan dukungan discount harga tiket terhadap Tim karateka Shindoka yang berangkat maupun pulang dapat

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Masih Mengancam Sejumlah Perairan di Maluku Utara

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Masih Mengancam Sejumlah Perairan di Maluku Utara

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara mulai tanggal 5 - 8 Agustus 2026. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Muhammad Fauzi Bintiang dalam releasenya Selasa (4/8/2026) mengatakan,

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
ссс