Soroti Peringkat Kedua Kasus HIV, KOPRI PMII Banjarbaru Audiensi dengan Asisten I

Soroti Peringkat Kedua Kasus HIV, KOPRI PMII Banjarbaru Audiensi dengan Asisten I
Audensi KOPRI PMMI Banjarbaru dengan Pemko Banjarbaru.

Junaidi, Agung Yunianto

Spektroom – Jajaran Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Kota Banjarbaru menggelar audiensi resmi dengan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, di Ruang Tamu Walikota. Dalam Siaran Persnya yang diterima Minggu (16/11/2025) disebutkan, Audiensi ini didasari keprihatinan mendalam KOPRI atas tiga isu sosial mendesak: peningkatan kasus HIV/AIDS, maraknya pelecehan seksual, dan pernikahan dini.

Audiensi turut dihadiri Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB).

Ketua KOPRI Banjarbaru, Wahyuni memaparkan, temuan Mereka yang mengkhawatirkan. "Tujuan dari audiensi Kami di sini adalah menyampaikan keresahan Kami, Bapak, Ibu di lingkungan Masyarakat," ujar Wahyuni.

KOPRI menyoroti data, Banjarbaru menempati peringkat kedua kasus HIV tertinggi di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data yang dipaparkan, temuan kasus kumulatif telah mencapai 688 kasus.

"Yang lebih memilukan, 99 kasus diantaranya telah berakhir dengan kematian (meninggal dunia)," lanjut pemaparan tersebut, merujuk pada data Dinkes.

Perwakilan Dinkes, Bintang menjelaskan, tidak semua pasien positif HIV/AIDS merupakan Warga asli Banjarbaru. "Memang ada sebagian dari luar wilayah Banjarbaru, dan diobati juga di Banjarbaru," jelas Bintang.

Katanya, tingginya temuan kasus juga menunjukkan keberhasilan deteksi dini yang gencar dilakukan. Pihak Pemerintah menjamin pengobatan bagi Pasien HIV/AIDS dilakukan secara gratis.

Selain kasus HIV/AIDS, KOPRI juga menyuarakan keresahan atas maraknya pelecehan dan kekerasan seksual yang membutuhkan penanganan serius. Menanggapi hal ini, Asisten I Rizana Mirza mengakui, isu tersebut masalah serius yang dipengaruhi kompleksitas sosial dan media.

Rizana Mirza menyoroti fakta yang sangat memprihatinkan, Pelaku kejahatan seksual seringkali berasal dari lingkaran terdekat Korban. "Kadang-kadang dari berbagai (kasus) yang ada itu bahkan Orang terdekat, Keluarga terdekat," ungkap Rizana. Ia menambahkan, korban Anak seringkali sulit atau takut untuk mengungkapkan tindakan yang Mereka alami.

Sebagai tindak lanjut, Ketua KOPRI Wahyuni mengungkapkan, Mereka telah merancang program aksi nyata. Mereka akan mengadakan pelatihan bela diri khusus bagi Anak-anak di Panti Asuhan sebagai langkah preventif.

"Karena, kalau bukan diri Mereka yang melindungi, siapa lagi Bapak, Ibu?" tegasnya, menekankan pentingnya pertahanan diri.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara KOPRI PMII dan Pemko Banjarbaru untuk merumuskan kebijakan serta program preventif yang lebih konkret.*

Berita terkait

Senam Sehat D’Aero Komunitas dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warnai CFD Salero Ternate

Senam Sehat D’Aero Komunitas dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warnai CFD Salero Ternate

Spektroom – Dalam mendukung dan menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendukung Program Kesehatan, D’Aero Komunitas Ternate (Health & Energy) melaksanakan kegiatan rutin senam sehat setiap hari Minggu yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung di area Car Free Day (CFD) Salero Kota Ternate  Minggu pagi (1/2/2026)

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Tim Ops Pekat Polda Maluku Gelar Patroli Dialogis, Cegah Aksi Kriminalitas di Pusat Perbelanjaan

Tim Ops Pekat Polda Maluku Gelar Patroli Dialogis, Cegah Aksi Kriminalitas di Pusat Perbelanjaan

Spektroom- Tim Operasi Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) Salawaku Polda Maluku, gencar melaksanakan patroli dialogis di tempat-tempat keramaian seperti di pusat perbelanjaan, pasar, hingga terminal angkutan umum. Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini bertujuan mencegah terjadinya aksi premanisme, peredaran minuman keras ilegal, narkoba, prostitusi hingga kejahatan lainnya yang kerap meresahkan masyarakat.

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru