Spesies Baru Homalomena lingua-felis Endemik Sumatra Utara, Daunnya Mirip Lidah Kucing

Spesies Baru Homalomena lingua-felis Endemik Sumatra Utara, Daunnya Mirip Lidah Kucing
Spesies baru tumbuhan aroid endemik Indonesia, yaitu Homalomena lingua-felis. (Foto BRIN)

Cibinong, Spektroom : Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan tim dari Herbarium Bandungense SITH ITB, Universitas Sebelas Maret, IPB University, Universitas Lampung, Yayasan Botani Tropika Indonesia, dan Jungle Farm Nursery berhasil menemukan satu spesies baru tumbuhan aroid endemik Indonesia, yaitu Homalomena lingua-felis.

Penemuan spesies baru ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Muhammad Rifqi Hariri bersama tim. Penelitian dilakukan melalui ekspedisi lapangan di wilayah Batang Toru, Tapanuli, Sumatra Utara pada Januari 2024, serta kajian morfologi dan analisis molekuler di laboratorium dan herbarium.

Peneliti melaporkan Homalomena lingua-felis merupakan spesies yang memiliki kemiripan dengan Homalomena pexa, namun menunjukkan perbedaan morfologi dan genetik yang jelas. Spesies ini diketahui memiliki sebaran terbatas di wilayah Tapanuli dan bersifat endemik Sumatra Utara.

"Spesies ini memiliki karakter morfologi yang khas, terutama pada permukaan daun bagian atas yang dipenuhi rambut lebat dengan tekstur menyerupai lidah kucing. “Nama lingua-felis berasal dari bahasa Latin lingua dan feles yang berarti lidah dan kucing, merujuk pada tekstur unik permukaan daunnya,” ujar Rifqi Hariri, Senin (09/03/2026).

Penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan sampel di habitat alami berupa dinding batu di sekitar air terjun pada ketinggian rendah. Spesimen yang dikoleksi kemudian diamati secara detail dan dibandingkan dengan koleksi herbarium. Untuk memperkuat hasil identifikasi, tim juga melakukan analisis DNA berbasis sekuens ITS guna memastikan posisi kekerabatan spesies ini dalam kelompok Homalomena.

Berdasarkan kajian awal menggunakan kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies ini diusulkan berstatus Rentan (Vulnerable). Hal ini karena spesies ini memiliki sebaran yang sangat terbatas dengan luas area hunian yang sempit serta menghadapi ancaman kebakaran hutan dan pengambilan ilegal akibat nilai estetikanya sebagai tanaman hias.

Penemuan ini menambah data keanekaragaman flora Indonesia, khususnya kelompok Araceae, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia.

Berita terkait

Bupati Bengkalis Hadiri Rakor Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, Perkuat Sinergi Pelayanan dan Pengamanan Lebaran

Bupati Bengkalis Hadiri Rakor Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, Perkuat Sinergi Pelayanan dan Pengamanan Lebaran

Pekanbaru-Spektroom : Dalam rangka meningkatkan kesiapan pelayanan serta pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M, Bupati Bengkalis diwakili Wakil Bupati Bagus Santoso menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026 di Aula Tribrata Polda Riau Pekanbaru. Rapat dihadiri langsung

Salman Nurmin, Rafles