Pelaku UMKM : Sukses Usaha Kopi Mandiri, Berawal dari Bansos PKH

Kini, usahanya berkembang pesat. Produksi kopi bubuk yang dimulai dari rumah tangga kini mampu melayani permintaan lokal dan antar-desa. Aroma kopi khas Lumajang menjadi daya tarik utama.

Pelaku UMKM : Sukses Usaha Kopi Mandiri, Berawal dari Bansos PKH
Bupati Lumajang Bunda Indah mengunjungi usaha kopi bubuk Desa Bodang, Kecamatan Padang (Foto : Dok. Kominfo Lumajang)

Spektroom - Desa Bodang, Kecamatan Padang, kabupaten Lumajang, menjadi sentra kisah Isma Wahidatul Janah, 35 tahun. Isma menjadi bukti hidup bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) bukan sekadar bantuan sosial. Ia adalah contoh nyata bagaimana penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi dan siap melakukan graduasi PKH.

Lima tahun lalu, Isma menerima bantuan PKH sebagai keluarga yang membutuhkan dukungan. Bantuan tersebut menjadi pijakan awal ia membangun usaha kopi bubuk di rumahnya, dari membeli biji kopi hingga peralatan sederhana untuk produksi.

“Awalnya hanya ingin menambah penghasilan keluarga. Bantuan PKH itu modal awal untuk membeli peralatan dan bahan baku,” kata Isma sambil menata biji kopi di etalase usahanya.

Kini, usahanya berkembang pesat. Produksi kopi bubuk yang dimulai dari rumah tangga kini mampu melayani permintaan lokal dan antar-desa. Aroma kopi khas Lumajang menjadi daya tarik utama.

Graduasi PKH menandai bahwa Isma telah mandiri secara ekonomi. Ia tidak lagi tergantung pada bantuan rutin, melainkan mampu mengelola usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Dalam kunjungan setor madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu) di Kecamatan Padang, Selasa (26/8/2025), Bupati Lumajang, Bunda Indah Amperawati, dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma meninjau langsung usaha kopi Isma. Mereka ingin melihat dampak nyata dari program PKH bagi KPM yang telah siap graduasi.

“Graduasi PKH bukan sekadar penghentian bantuan, tetapi pengakuan bahwa KPM mampu mandiri dan memberi inspirasi bagi penerima lainnya,” ujar Mas Yudha.

Tidak hanya dukungan moral, Isma juga akan mendapat pelatihan kemasan dari pemerintah untuk meningkatkan nilai jual produknya. Dukungan ini menjadi bagian dari persiapan graduasi PKH agar usaha tetap berkelanjutan.

Bupati Bunda Indah menekankan, keberhasilan Isma adalah bukti efektivitas PKH dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Graduasi PKH adalah tujuan utama. KPM yang mandiri bukan lagi penerima bantuan, tetapi penggerak ekonomi lokal dan mentor bagi keluarga lain,” kata Bunda Indah.

Perjalanan menuju kemandirian tidak selalu mudah. Tantangan terbesar bagi Isma adalah memperluas pasar dan mengatur keuangan usaha agar tetap stabil.

Dengan disiplin dan konsistensi, Isma menjaga kualitas produksinya. Setiap tahap, mulai dari pemilihan biji kopi, pengeringan, hingga penggilingan, diperhatikan dengan cermat.

Dukungan keluarga menjadi kunci. Suami dan anaknya aktif membantu proses produksi dan pemasaran kopi, sehingga usaha berjalan lancar.

Keberhasilan Isma mendorong pemerintah desa untuk lebih serius mengembangkan potensi UMKM. Pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital dibutuhkan dalam pengembangan usaha.

Graduasi PKH menjadi simbol keberhasilan program, menunjukkan bahwa bantuan sosial dapat membentuk masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Pemerintah menegaskan dukungan akan terus diberikan, termasuk pelatihan, bantuan kemasan, dan pemasaran, agar UMKM lokal dapat bersaing di tingkat nasional.

Kisah Isma Wahidatul Janah bukan sekadar tentang kopi. Ini tentang graduasi PKH sebagai simbol kemandirian, keberanian, kerja keras, dan bagaimana program sosial dapat memberdayakan masyarakat di Desa Bodang, Kecamatan Padang, Lumajang. (MC Kab. Lumajang/Yul)

Berita terkait

Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalah Gunaan Narkoba, Satu Tersangka Diamankan

Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalah Gunaan Narkoba, Satu Tersangka Diamankan

Bengkakis-Spektroom: Dalam upaya mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Polsek Mandau, Polres Bengkalis kembali berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada Sabtu (27/6/2026). Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Mandau Kompol Primadona menyampaikan bahwa

Salman Nurmin, Anggoro AP
Festival Durian  Hutumuri Dongkrak Ekonomi, 12.500 Durian Diserbu Pengunjung

Festival Durian Hutumuri Dongkrak Ekonomi, 12.500 Durian Diserbu Pengunjung

Ambon – Spektroom:Festival Durian Hutumuri kembali membuktikan diri sebagai magnet ekonomi dan pariwisata di Kota Ambon. Pemerintah Provinsi Maluku menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga mampu membuka peluang investasi, memperluas pasar produk lokal, serta menggerakkan roda perekonomian daerah. Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi,

Eva Moenandar, Anggoro AP
Tiga Karateka Maluku Utara Persembahkan Medali Emas di Kelas Eksebisi Kejuaraan Karate Piala Kapolri

Tiga Karateka Maluku Utara Persembahkan Medali Emas di Kelas Eksebisi Kejuaraan Karate Piala Kapolri

Ternate-Spektroom : Karateka Maluku Utara kembali berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026 National Open Karate Championship yang berlangsung di GOR Nambo Jaya Sport Center Kota Tangerang Provinsi Banten. Pada hari terakhir Kejuaraan Karate Piala Kapolri Minggu (28/6/2026) tiga atlit FORKI Polda Maluku Utara menunjukan kualitasnya

Nanang Adrany, Anggoro AP
Wamenkop Tegaskan Amanah dan Kepercayaan Jadi Kunci Sukses Koperasi

Wamenkop Tegaskan Amanah dan Kepercayaan Jadi Kunci Sukses Koperasi

Lombok - Spektroom : Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengapresiasi kiprah Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pasalnya koperasi ini menjadi simbol kemandirian ekonomi masyarakat di Lombok Timur  karena mayoritas masyarakatnya khususnya Ibu Rumah Tangga (IRT) mengandalkan koperasi ini untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan

Nurana Diah Dhayanti