Trending

Sumur Bor Tak Berfungsi, Warga Panduman Jember Kembali Butuh Air Bersih

Sumur Bor Tak Berfungsi, Warga Panduman Jember Kembali Butuh Air Bersih
Sumur bor tidak berfungsi karena meteran listrik sumur bor dicabut PLN (Foto Diskominfo Jember)

Jember-Spektroom : Sebanyak 102 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumber Tengah, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur kembali kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur bor yang menjadi sumber air warga berhenti beroperasi. Sumur tersebut mati setelah meteran listriknya dicabut PLN akibat persoalan teknis, sementara distribusi air bersih dari BPBD Jember sebelumnya telah dihentikan karena perbaikan pipanisasi dinyatakan selesai.

Kondisi itu diketahui setelah BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen menyusul laporan warga terkait permohonan bantuan air bersih.

“Warga sebanyak 102 KK saat ini membutuhkan air bersih karena sumur bor yang sebelumnya sudah berfungsi dan mengalir ke warga kembali tidak beroperasi,” kata Firman Arifianto, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, Selasa (06/10/2026).

Menurut Firman, persoalan di Dusun Sumber Tengah bukan disebabkan bencana kekeringan, melainkan gangguan teknis pada sumber dan jaringan penyediaan air.

Sebelumnya, BPBD Jember telah mendistribusikan 30.000 liter air bersih ke wilayah tersebut melalui empat tandon. Bantuan itu diberikan karena persoalan teknis pada jaringan pipanisasi.

Setelah pipanisasi diperbaiki oleh pemerintah desa, distribusi air bersih oleh BPBD dihentikan pada 24 September 2026.

Namun, persoalan kembali muncul setelah sumur bor yang sebelumnya telah berfungsi tidak lagi mengalirkan air. Berdasarkan hasil asesmen BPBD, meteran listrik sumur bor dicabut PLN karena adanya persoalan teknis terkait penggunaan meteran tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga sementara mengambil air dari sumur bor yang berada di Kantor Desa Panduman.

Pemerintah Desa Panduman selanjutnya akan mengajukan kembali pemasangan meteran listrik kepada PLN agar sumur bor dapat kembali beroperasi. Desa juga akan melakukan distribusi air bersih secara mandiri kepada warga terdampak.

Selain itu, pemerintah desa akan mengajukan permohonan pinjam pakai empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter kepada BPBD Jember. Tandon tersebut akan digunakan untuk mendukung distribusi air bersih selama musim kemarau.

BPBD Jember merekomendasikan penyediaan empat tandon tersebut sebagai dukungan terhadap penanganan mandiri yang dilakukan pemerintah desa. (budi)

Berita terkait