Sungai Batang Surantiah di Lubuk Alung Meluap, 40 KK Warga Dievakuasi

Sungai Batang Surantiah di Lubuk Alung Meluap, 40 KK Warga Dievakuasi
Proses evakuasi warga Jorong Surantiah. Nagari Lubuk Alung. Padang Pariaman berlangsung hingga malam hari. (Foto: Kominfo Padang Pariaman)

Spektroom - Hujan deras yang mengguyur Korong Surantih, Nagari Lubuk Alung, sejak Kamis malam hingga Jumat siang (2/1/2026) menyebabkan Sungai Batang Surantiah meluap dan merendam permukiman warga. Air setinggi 2–3 meter mengepung rumah-rumah, membuat warga terjebak dan harus segera dievakuasi.

Di tengah kondisi tersebut, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis turun langsung ke lapangan, memimpin proses evakuasi bersama Dandim 0308 Pariaman dan Kapolres Padang Pariaman.

Lebih dari 40 KK atau sekitar 250 jiwa terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, TRC BPBD, serta dukungan Tim Polairud Polres Pdg Pariaman dan La Rafting

Dari lokasi banjir, Bupati langsung menginstruksikan pendirian tenda pengungsian dan dapur umum di kawasan Surantiah Kelok untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Meski terlihat lelah dan prihatin, Bupati tetap menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim evakuasi yang telah berjibaku menyelamatkan warga.

Ia juga mengajak seluruh dunsanak Padang Pariaman, baik di ranah maupun di rantau, untuk terus mendoakan agar bencana ini segera berakhir dan Padang Pariaman dapat bangkit kembali. (RRE/Rel)

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti