Swasembada dari Pesisir: Garam Rakyat Sambas Minta Keadilan Harga

Swasembada dari Pesisir: Garam Rakyat Sambas Minta Keadilan Harga
Krisantus Heru S fasilitator KUGAR Samudra Paloh Kabupaten Sambas. (Foto : Apolo/Spektroom)

Spektroom - Di pesisir Paloh, Kabupaten Sambas, hamparan tunnel plastik itu terlihat sederhana. Tapi dari situlah cerita besar sedang dimulai.

Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) “Samudera” di Kampak, Dusun Ceremai, Desa Sebubus, pelan-pelan mengubah wajah ekonomi warga pesisir.

Jika dulu Sambas bergantung pada pasokan garam dari Surabaya, kini masyarakat Paloh mulai memproduksi sendiri garam non-konsumsi untuk kebutuhan industri.

“Kami sekarang kelola dua tunnel penuaan dan 20 tunnel produksi,” kata Krisantus Heru S., fasilitator KUGAR Samudera, kepada Spektroom, Kamis (19/2/2026).

Tuner penuaan produksi. (Foto : Dok. KUGAR)

Prosesnya dimulai dari memompa air laut Ceremai dengan kadar salinitas 25 hingga 48 PPT ke bak penuaan.

Setelah kadar garamnya memenuhi standar, air dialirkan ke tunnel produksi berukuran 4 x 20 meter.

Di sana, air setinggi 3 sampai 15 sentimeter dibiarkan menguap alami selama kurang lebih 14 hari hingga membentuk kristal garam.

Setiap tunnel bisa menghasilkan 500 sampai 1.000 kilogram per siklus panen.

Garam lalu dikemas dalam karung 50 kilogram dan dipasarkan sebagai garam non-konsumsi untuk kebutuhan industri.

Memasuki 2026, produksi mereka rata-rata sudah menyentuh 12 ton per bulan. Angka yang tak kecil untuk usaha rakyat yang baru tumbuh.

Namun di balik angka produksi itu, ada faktor penting yang tak bisa diabaikan: dukungan masyarakat Paloh sendiri.

Krisantus mengaku sangat mengapresiasi semangat warga yang aktif terlibat dalam KUGAR.

Menurutnya, kemauan masyarakat menerima kehadiran usaha ini menjadi kunci utama keberlanjutan program.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat Paloh. Mereka bukan hanya menerima, tapi ikut terlibat langsung.

Itu yang membuat usaha ini bisa maju dan terus berkembang,” ujarnya.

Tantangan tetap ada, terutama soal harga. Hari ini, Kamis (19/2/2026), harga garam dari Surabaya yang masuk gudang Pontianak berada di kisaran Rp170 ribu per karung.

Sementara garam tunnel Paloh, yang menurut kelompok memiliki kualitas lebih baik dari garam tambak, justru dijual lebih murah, sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram.

“Idealnya bisa di kisaran Rp5.000 sampai Rp10.000 per kilogram,” kata Krisantus.

Ia berharap ada standardisasi harga dan kualitas dari pemerintah daerah agar produksi massal di Paloh tidak justru menekan petani sendiri.

Bagi Krisantus, yang juga Direktur Cerdas Demokrasi, usaha ini bukan sekadar soal garam. Ini tentang membangun kemandirian.

“Kita ingin masyarakat bukan hanya jadi pekerja, tapi jadi pengusaha lokal. Dari sini, kita dorong mereka masuk ke gerbang kemerdekaan ekonomi,” katanya.

Langkah KUGAR Samudera sejalan dengan Perpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan pergaraman nasional menuju swasembada.

Di tengah fakta Indonesia masih mengimpor garam dari Australia, China, dan India dengan kuota 2026 sekitar 1,18 juta ton, upaya dari Paloh menjadi potret bahwa kemandirian bisa dimulai dari pesisir.

Di ujung utara Kalimantan Barat, kristal-kristal garam itu kini bukan sekadar komoditas. Ia menjadi simbol semangat warga yang berani berubah dan tumbuh bersama.

(Feature oleh: Apolonius Welly)

Berita terkait

Pasar Ramadhan “Jalur Gaza” dan Festival Ramadhan Ceria, Ramaikan Desa Sikalang, Sawahlunto

Pasar Ramadhan “Jalur Gaza” dan Festival Ramadhan Ceria, Ramaikan Desa Sikalang, Sawahlunto

Spektroom — Pemerintah Desa Sikalang, kota Sawahlunto Sumatera Barat, kembali menggelar rangkaian kegiatan keagamaan dan ekonomi masyarakat selama bulan suci melalui Festival Ramadhan Ceria 2 dan Pasar Ramadhan Desa Sikalang “Jalur Gaza”. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang memasuki tahun pelaksanaan kedua dan terbuka bagi masyarakat luas, khususnya anak-anak usia TK

Riswan Idris, Rafles

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Junaidi, a Spektroom – Dalam upaya meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak serta mengamankan penerimaan negara, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng) bersama 10 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus mengintensifkan langkah-langkah strategis penegakan hukum di bidang perpajakan. Pelaksana Tugas

Junaidi