Taj Yasin Kunjungi Warga Terdampak Langsung Banjir di Wilayah Kudus
Spektroom: Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kudus sejak 9 Januari 2026 menyebabkan Sungai Dawe, Piji, dan Mrisen meluap sehingga tanggul jebol dan menyebabkan banjir.
Kepala Dusun Karangmalang, Desa Mejobo Sumijan Rabu (14/1/2026), mengatakan, berterima kasih atas perhatian pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Warga yang berada di posko sudah memperoleh fasilitas memadai dengan dapur umum, dan layanan kesehatan.
“Kalau untuk fasilitas kesehatan alhamdulillah terpenuhi, dan semoga semua sehat sampai banjir berakhir,” ujarnya
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meninjau warga terdampak banjir yang tinggal di pengungsian Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Selasa malam (13/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin menyalami para pengungsi, serta berbincang mendengar keluhan-keluhan mereka. Dia juga menghibur anak-anak dan memberikan peci miliknya. Tak ayal, sungging senyum terlihat dari para pengungsi.
Bersama Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus, sosok yang akrab disapa dengan Gus Yasin ini juga meninjau dapur umum yang berada di gedung lantai MI Hidayatus Shibyan.
Posko pengungsian ini ditempati sebanyak 105 jiwa. Posko tersebut sudah dilengkapi dengan layanan kesehatan, serta fasilitas MCK.
Selain memastikan kebutuhan konsumsi tercukupi, Gus Yasin juga menyerahkan sejumlah bantuan logistik dan keuangan secara simbolis kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Pemerintah Desa Temulus, dan warga terdampak banjir.
Dia menyalurkan bantuan dari Pemprov Jateng senilai Rp188 juta berupa makanan siap saji, lauk pauk siap saji, tenda keluarga, tenda gulung, kasur, dan selimut. Bantuan tersebut berasal dari Pemprov Jateng, PMI Jateng, dan Baznas Jateng.
Taj Yasin mengatakan, untuk mengatasi banjir di daerah Kudus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, untuk meminta spot-spot yang perlu dibantu dengan pompa.
Namun, penyedotan air dengan pompa hingga kini masih terkendala, dengan masih melimpahnya air di sungai-sungai terdekat.
“Kami juga berkoordinasi dengan BBWS Pamali Juana, untuk menyiapkan langkah jangka pendek maupun menengah, dalam penanganan banjir di Kabupaten Kudus,” jelasnya.
Gus Yasin, juga menyinggung rekayasa cuaca dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Kudus, Pati dan Jepara, mengingat selama empat hari berturut-turut intensitas debit hujan di wilayah tersebut terhitung tinggi.
Pemerintah kabupaten Kudus bersama dinas terkait, warga dan relawan telah melakukan penambalan tanggul jebol di Desa Golantepus, dan melakukan penutupan darurat tanggul yang jebol menggunakan sandbag (karung pasir) dan cerucuk bambu untuk menahan laju air.
Selain itu, dilakukan pembersihan sumbatan sampah dan eceng gondok di bawah jembatan-jembatan desa (terutama di Sungai Piji, Desa Kesambi), yang menjadi penyebab air meluap ke jalan.