Tajemtra 2026 Cetak Sejarah Peserta Terbanyak, BPBD Jember Siagakan Tim Medis
Jember – Spektroom: Gelaran gerak jalan tradisional Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 mencetak sejarah baru dengan jumlah kepesertaan terbanyak sepanjang masa. Sebanyak 25.613 peserta tercatat mengikuti agenda tahunan yang menempuh rute terpanjang sejak pertama kali digelar pada tahun 1977 tersebut.
Acara yang berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) ini dibuka dan dilepas langsung oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait), dari depan Alun-Alun Tanggul, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tepat pukul 14.00 WIB.
Meski kondisi kesehatannya sedang kurang prima, Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk tetap hadir dan membaur berjalan bersama warga. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat penting untuk membangun kedekatan dalam pembangunan daerah.
"Walaupun kondisi saya kurang sehat, saya ingin tetap berjalan bersama masyarakat," ungkap Gus Fawait saat memberikan amanah.

Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua dan anggota DPRD Jember, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di antaranya Kepala Bakesbangpol Jember Indra Tri Purnomo dan Sekretaris Bakesbangpol Siswanto yang ikut serta menurunkan personelnya.
Indra Tri Purnomo menyampaikan bahwa keterlibatan jajarannya merupakan bentuk dukungan untuk memperkuat persatuan dan kondusivitas masyarakat. "Kegiatan seperti Tajemtra ini memiliki nilai positif karena masyarakat dapat berkumpul, berolahraga, dan membangun komunikasi dalam suasana penuh kebersamaan," ujarnya
BPBD Jember Siagakan 67 Personel dan Tim Medis
Mengingat besarnya jumlah massa yang mencapai puluhan ribu orang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memberikan dukungan penuh dari sisi keselamatan dan kedaruratan.
BPBD Jember menurunkan sedikitnya 67 personel yang berpartisipasi sebagai peserta beregu maupun perorangan, sekaligus menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC).
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian BPBD Kabupaten Jember, Bandot Bisowarno, menjelaskan bahwa TRC BPBD disiagakan dengan kendaraan operasional mobil dan sepeda motor yang dilengkapi tas peralatan medis. Kesiapsiagaan ini ditujukan untuk mengantisipasi adanya peserta yang kelelahan atau membutuhkan penanganan medis awal di sepanjang rute.

“BPBD siap mendukung kegiatan dengan mengedepankan kesiapsiagaan, sehingga apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pertolongan, personel dapat segera memberikan respons,” pungkas Bandot.