Tak Sekadar Belajar di Kelas, Pelajar Palangka Raya Dilatih Menyelamatkan Nyawa
Spektroom – Kemampuan menyelamatkan nyawa kini mulai dikenalkan sejak usia sekolah. Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng membekali pelajar SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Kota Palangka Raya dengan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD), sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi kesehatan sejak dini melalui sosialisasi layanan Medical Check Up (MCU), Jumat (6/2/2026).
Pelatihan BHD ini diarahkan agar pelajar memahami langkah-langkah awal pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti napas dan henti jantung. Materi disampaikan secara seimbang antara teori dan praktik langsung oleh tenaga kesehatan Rumkit Bhayangkara yang berkompeten di bidang kegawatdaruratan, sehingga pelajar tidak hanya mengetahui secara konsep, tetapi juga mampu melakukan tindakan dasar dengan benar.

Selain keterampilan tanggap darurat, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi pelayanan MCU. Pelajar diberikan pemahaman mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan berkala sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan, termasuk penjelasan jenis layanan, alur pemeriksaan, serta prosedur pelayanan MCU di Rumkit Bhayangkara.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa edukasi kesehatan dan kesiapsiagaan darurat merupakan investasi jangka panjang bagi generasi muda.
“Pelajar adalah bagian dari masyarakat yang berpotensi berada di sekitar situasi darurat. Dengan keterampilan Bantuan Hidup Dasar, mereka diharapkan mampu melakukan pertolongan awal yang tepat sambil menunggu tenaga medis profesional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap pemeriksaan kesehatan sejak dini juga penting untuk membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan.
“Melalui sosialisasi layanan Medical Check Up, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan hanya saat sakit, tetapi dimulai dari upaya pencegahan dan deteksi dini,” tambahnya.

Para pelajar tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif dan aplikatif. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dan tanggap darurat dapat diterima dengan baik apabila disampaikan secara langsung dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Rumkit Bhayangkara dan pihak sekolah berharap pelajar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan, kepedulian, dan keberanian bertindak dalam situasi darurat. Edukasi sejak dini ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat, sigap, dan berperan aktif dalam menjaga keselamatan diri serta lingkungan sekitarnya.
(Polin Har/Adji)