Talbiyah Menggema dari Madinah, Masjidil Haram Mulai Dipadati Jutaan Jemaah Haji
Jakarta - Spektroom : Labbaik allahumma labbaik, labbaika laa syariik laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariikalak.
Gema talbiyah terus berkumandang dari jamaah yang mengenakan kain ihram (pria) dan mukena putih (perempuan), di sepanjang jalur Madinah ke Makkah, setelah berniat ihram di Miqat (Bir Ali )
Talbiyah merupakan bentuk kerelaan dan ketaatan terhadap perintah Allah SWT dalam beribadah haji, dan juga sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan atas kesempatan beribadah haji.
Dzikir utama ini berhenti ketika jemaah mulai memasuki Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf.
Semakin hari jumlah jamaah yang menuju Masjidil Haram kian padat. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya jamaah dari berbagai negara yang tiba di Makkah jelang puncak ibadah haji
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menyatakan pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah dilakukan secara bertahap dengan pengawalan petugas di seluruh titik layanan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan.
Cuaca pada siang hingga sore hari di Makkah sangat panas tak menyurutkan para jamaah untuk khusu beribadah.
Padatnya kota Makkah terutama menjelang waktu shalat membuat jamaah haji wanita lansia harus berjuang untuk sampai di Masjidil Haram. Hal ini menekankan pentingnya persiapan fisik.
"Jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas, tidak membawa barang berlebihan, mengatur waktu ke Masjidil Haram, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan."ujar Hasan di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Berdasarkan data Kemenhaj hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Jemaah yang telah tiba di Madinah tercatat sebanyak 165 kloter dengan 64.129 jemaah dan 657 petugas. Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Makkah sebanyak 19 kloter dengan 7.387 jemaah dan 76 petugas.
Tercatat 5.576 jemaah menjalani rawat jalan, 105 jemaah dirujuk ke KKHI, dan 125 jemaah dirujuk ke RSAS. Saat ini, 39 jemaah masih menjalani perawatan di RSAS.
Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah di Madinah, yaitu Siti Sri Rahayu Sanusi dari kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi dari kloter BPN-01 asal Kota Samarinda, sehingga total jemaah wafat menjadi tujuh orang.