Teguh Esa Bangsawan DJ,Kembali Aktif Mengajar di Badiklat Kejaksaan RI

Teguh Esa Bangsawan DJ,Kembali Aktif Mengajar di Badiklat Kejaksaan RI
Foto : Teguh Esa Bangsawan DJ,saat membawakan materi di Badiklat RI. ( Koleksi Pribadi )

MAKASSAR-Spektroom : Usai menjalani libur panjang pasca lebaran Idul fitri 1447 Hijriah, Dosen Pengampu Teguh Esa Bangsawan DJ, S.Hum., M.Hum kembali aktif mengajar di Badan Diklat Kejaksaan RI yang berlokasi di Ragunan Jakarta Selatan.

Tokoh muda asal Sulsel yang berusia 26 tabun itu, dipercaya mengajarkan Mata Diklat Filsafat Hukum pada Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXIII Gelombang I Tahun 2026.

Dalam perannya sebagai pengajar, Teguh berfokus pada pembentukan landasan berpikir kritis serta etika hukum bagi para calon jaksa.

Ia juga terus mendorong peserta untuk mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat, kesungguhan, dan tanggung jawab.

Menurutnya, integritas serta pemahaman mendalam terhadap filosofi hukum menjadi bekal utama dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Program Diklat PPPJ ini diikuti oleh sebanyak 505 peserta yang terbagi dalam 14 kelas. Para peserta berasal dari berbagai Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia, sehingga menghadirkan keberagaman latar belakang dan pengalaman.

Menariknya, dalam pelatihan ini juga turut melibatkan peserta dari unsur Oditurat Militer TNI sebagai bentuk penguatan sinergi antar lembaga dalam penegakan hukum yang profesional dan berintegritas.

Teguh yang mulai aktif mengajar sejak 4 Februari 2026 ini juga dikenal sebagai mahasiswa Pascasarjana Ilmu Filsafat Universitas Indonesia. Selain aktif di dunia akademik, ia juga familiar di ruang publik melalui tulisan opini di media massa serta keterlibatannya di bidang seni peran, termasuk teater dan film layar lebar, hingga pernah berakting dalam FTV di Indosiar.

Dalam Siaran Pers yang diterima hari Jumat 17/4/2026, Teguh menjelaskan bahwa mempelajari filsafat hukum dan etika penegakan hukum sangat penting karena menempatkan hukum tidak sekadar sebagai sistem norma teknis dan prosedural, melainkan sebagai fenomena normatif yang sarat dimensi filosofis dan etis.

“Mempelajari Filsafat Hukum dan Etika Penegakan Hukum itu sangat penting karena menegaskan orientasi dasar dalam kajian ini, yaitu menempatkan hukum tidak semata-mata sebagai sistem norma positif yang bersifat teknis dan prosedural, melainkan sebagai fenomena. normatif yang sarat dengan dimensi filosofis dan etis,” ujarnya.

"Dalam konteks ini, filsafat hukum dipahami sebagai refleksi kritis terhadap hakikat, tujuan, dan legitimasi hukum. Filsafat hukum tidak berhenti pada pertanyaan apa isi hukum, tetapi melampauinya dengan mempertanyakan mengapa hukum mengikat, untuk tujuan apa hukum ditegakkan, dan bagaimana hukum seharusnya berelasi dengan keadilan dan moralitas," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa etika penegakan hukum menempatkan aparat penegak hukum sebagai subjek moral yang memiliki tanggung jawab atas setiap penggunaan kewenangan.

Berita terkait

Pemprov Kepri Kucurkan Dana Hibah Rp5,2 M untuk  Sukseskan Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 di Kota Tanjungpinang

Pemprov Kepri Kucurkan Dana Hibah Rp5,2 M untuk Sukseskan Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 di Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang-Spektroom : Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) ke-VI tahun 2026 menurut rencana akan dilaksanakan tanggal 9 September 2026 di Kota Tanjungpinang sebagai Tuan Rumah. Berbagai persiapan sudah dilakukan panitia penyelenggaraan olahraga empat tahunan ini termasuk sudah diluncurkannya Maskot Porprov Kepri ke-VI tahun 2026 yang diberi nama “Hang Bilang”. Guna

Desmawati, Rafles
Wakapolda Sumbar Instruksikan Polisi Berubah Menjadi Pelayan, Masyarakat Dianggap Sebagai Keluarga

Wakapolda Sumbar Instruksikan Polisi Berubah Menjadi Pelayan, Masyarakat Dianggap Sebagai Keluarga

Padang-Spektroom : Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigjen Pol Solihin, memimpin langsung apel kesiapan kontingen Operasi Aman Nusa I Tahun 2026 di Lapangan Apel Markas Besar Polda Sumbar, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memastikan kesiapan personel guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran situasi wilayah, khususnya dalam

Wiza Andrita, Rafles