Tertahan Barikade Polisi, Massa ALM Tetap Bertahan Sambil Menyuarakan 13 Tuntutan

Tertahan Barikade Polisi, Massa ALM Tetap Bertahan Sambil Menyuarakan 13 Tuntutan
Aparat keamanan menutup akses ke area kantor DPRD dan Pemprov Lampung menggunakan kawat berduri. (Foto Spektroom)

Spektroom - Tidak kurang dari 1000 Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandarlampung melakukan Aksi konsolidasi "Lampung Menolak Diam, Indonesia (C)emas", tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan (ALM) ..pada Senin (1/9/2025) menggelar unjuk rasa.

Namun massa aksi yang berupaya memasuki DPRD dan Kantor Gubernur Lampung, tertahan oleh barikade pasukan Pengendali Massa (Dalmas) Polresta Bandarlampung didepan pintu gerbang Kantor Gubernur Lampung.

Berdasarkan pantauan Spektroom pengamanan diperketat, aparat keamanan menutup akses ke area kantor DPRD menggunakan kawat berduri.

Polisi juga telah menyiagakan mobil water canon di depan gerbang utama. Selain itu, personel kepolisian terlihat mengenakan perlengkapan lengkap seperti tameng dan helm sebagai antisipasi kemungkinan ricuh.

Sedangkan Kondisi di lingkungan kantor DPRD dan Kantor Pemprov yang biasanya dipadati oleh aktivitas para Pegawai Negeri Sipil (PNS), kini tampak lengang.

audio-thumbnail
Voice Orasi ALM
0:00
/74.88

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 13 poin tuntutan yang disampaikan, seperti

1. Mendesak pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang (UU) Perampasan aset

2. Memotong tunjangan dan gaji DPR sebagai bentuk efisiensi dan tanggung jawab moral.

3. Meningkatkan kualitas gaji dosen dan guru di seluruh Indonesia.

4. Memerintahkan Presiden Prabowo Subianto untuk segera memecat menteri-menteri yang problematik.

5. Meminta Presiden menekan ketua partai yang menduduki jabatan di eksekutif maupun legislatif untuk diberhentikan atau direstrukturisasi.

6. Menuntut pergantian Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri)

7. Reformasi total Polri dan mengadili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan.

8. Menyuarakan bukan hanya reformasi, melainkan revolusi total.

9. Mendesak evaluasi kinerja Kepolisian Daerah Lampung.

10. Menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHAP) yang merugikan rakyat.

11. Menolak efisiensi terhadap sektor pendidikan dan kesehatan, karena keduanya adalah hak rakyat yang fundamental.

12. Menuntut negara untuk berhenti menggunakan pajak rakyat sebagai alat menindas rakyat.

13. Mendesak pembebasan lahan untuk petani dan menegakkan keadilan agraria.

Hingga berita ini diturunkan Pukul 11.47 WIB, Massa aksi masih bertahan di depan Pintu Gerbang Kantor Gubernur Lampung dengan melakukan orasi dan sangat kondusif.(@Ng).

Berita terkait

Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat, Bupati Kuansing: Terimakasih Polri

Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat, Bupati Kuansing: Terimakasih Polri

Kuantan Singingi-Spektroom : Program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau menjadi bukti nyata kehadiran Polri yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Hal ini ditegaskan Kapolda Riau Herry Heriawan dalam rangkaian peresmian jembatan yang dipusatkan di Desa Gobah, Kabupaten Kampar, Selasa (17/3/2026). Peresmian tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan

Salman Nurmin, Rafles
Bupati Bengkalis Hadiri Peresmian dan Peletakan Batu Pertama  Jembatan Merah Putih Presisi Oleh Kapolri

Bupati Bengkalis Hadiri Peresmian dan Peletakan Batu Pertama Jembatan Merah Putih Presisi Oleh Kapolri

Bengkalis-Spektroom : Bupati Bengkalis Kasmarni diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bengkalis, H. Toharudin, menghadiri peresmian 27 jembatan serta peletakan batu pertama (ground breaking) 83 Jembatan Merah Putih Presisi se-Provinsi Riau. Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolri Jenderap Polisi Listyo Sigit Prabowo dan turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Ketua

Salman Nurmin, Rafles