Trending

Tidak Ada Toleransi Eksploitasi Anak: Dinsos Ambon Ultimatum Orang Tua dan Perketat Penanganan Gepeng

Tidak Ada Toleransi Eksploitasi Anak: Dinsos Ambon Ultimatum Orang Tua dan Perketat Penanganan Gepeng
Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy, M.Kes, saat memberikan keterangan kepada Spektoom di ruang kerjannya, Selasa (09/12/2025).

SPEKTROOM- Kota Ambon menegaskan zero tolerance terhadap eksploitasi anak jalanan dan meningkatnya gelandangan pengemis (gepeng) di Kota Ambon. Instruksi tegas ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Ambon, drg. Wendy Pelupessy, M.Kes, kepada Spektoom di ruang kerjannya, Selasa (09/12/2025).

Menurutnya, Dinsos telah mengamankan sejumlah anak jalanan yang dilaporkan warga, sekaligus memberikan pembinaan, memastikan kebutuhan makan terpenuhi, serta memanggil orang tua untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak lagi menurunkan anak ke jalan.

“Anak tidak boleh bekerja atau meminta-minta di jalan. Itu eksploitasi dan melanggar UU Perlindungan Anak, kami tidak kompromi soal ini,” tegas Pelupessy.

Namun Dinsos menemukan sebagian orang tua secara sengaja menurunkan anak ke jalan untuk mencari uang sehingga memaksa pemerintah bertindak lebih keras.

Selain anak jalanan, tantangan bertambah juga dengan keberadaan gepeng yang menurut Pelupessy bukan penduduk Kota Ambon, sehingga mempersulit penampungan. Dinsos harus berkoordinasi lintas daerah hingga pemulangan.

Salah satu kasus terbaru yakni ODGJ tanpa identitas yang tinggal di Ambon selama enam bulan, yang akhirnya dipulangkan ke daerah asal di Bekasi setelah melalui proses koordinasi antar wilayah.

“Kalau bukan penduduk Ambon, memang harus dipulangkan. Tapi proses ini butuh biaya, administrasi, dan dukungan anggaran,” jelasnya.

Pelupessy berharap Rancangan Peraturan Daerah tentang Gelandangan, Pengemis dan Pengumpulan Uang (GEPENGU) segera disahkan agar pemerintah memiliki payung hukum kuat untuk tindakan cepat di lapangan.

Untuk solusi jangka panjang, Dinsos juga menyiapkan Rumah Singgah sebagai tempat penampungan sementara, guna melakukan pendidikan berkarakter, dan pelatihan keterampilan.

“Tujuan kami bukan mengusir mereka dari jalan — tetapi mengembalikan hak mereka untuk hidup aman, belajar, dan bermartabat,” tutup Pelupessy.

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP