Tiga Mahasiswa Universitas Jember Sabet Dua Gelar Nasional Berkat Inovasi INVORA dan SEMAR

Dalam kompetisi BMC, tim mengusung ide bisnis INVORA, yaitu platform pendanaan investasi bagi UMKM berbasis campaign. Sedangkan kategori UI/UX Competition, tim mengembangkan produk digital SEMAR

Tiga Mahasiswa Universitas Jember Sabet Dua Gelar Nasional Berkat Inovasi INVORA dan SEMAR
Tim BTC Dar Der Dor Fasilkom ketika meraih penghargaan best innovation kategori UI/UX dalam ajang Arjavidia 10.0. (foto humas unej)

Jember-Spektroom : Universitas Jember (UNEJ) kembali membuktikan diri sebagai perguruan tinggi yang menjadi gudangnya mahasiswa berprestasi. Kali ini ditunjukkan tiga mahasiswa Program Studi Sistem Informasi yang berhasil mengharumkan nama kampus melalui prestasi di dua ajang kompetisi nasional berbeda, yakni Business Model Canvas (BMC) dan UI/UX Competition.

Tim yang terdiri dari Fabyan Yastika Permana, Husni Rasyid Bachrie, dan Talitha Puspitasari ini menunjukkan performa gemilang dengan meraih Juara 3 pada kompetisi Business Model Canvas yang diselenggarakan oleh Future Founders League dan diikuti lebih dari 150 tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Tak hanya itu, tim ini juga berhasil meraih penghargaan Best Innovation pada kategori UI/UX Competition dalam ajang Arkavidia 10.0 yang diselenggarakan oleh HMIF ITB di Bandung.

Dalam kompetisi BMC, tim mengusung ide bisnis bernama INVORA, yaitu platform pendanaan investasi bagi UMKM berbasis campaign. Tim berupaya menjawab dua permasalahan utama, yakni terbatasnya akses pendanaan bagi pelaku UMKM serta rendahnya kepercayaan investor akibat kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana.

Platform ini dirancang dengan sistem milestone dan escrow bertahap, sehingga pencairan dana dilakukan secara terkontrol sesuai perkembangan usaha. Selain itu, INVORA juga dilengkapi dengan analitik risiko berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu investor memahami tingkat kelayakan dan risiko investasi.

Platform INVORA yang dikembangkan oleh tim BTC Dar Der Dor Fasilkom

“Banyak investor, terutama pemula, merasa ragu karena tidak memiliki informasi yang cukup terkait risiko dan perkembangan usaha yang mereka danai. Di sisi lain, UMKM juga kesulitan mendapatkan pendanaan yang fleksibel dan terstruktur. Target pasar kami adalah investor ritel individu usia produktif, seperti mahasiswa dan pekerja, yang tertarik berinvestasi namun membutuhkan sistem yang lebih aman dan mudah dipahami,” jelas Talitha dalam laman Unej, Kamis (2/4/2026).

Melalui INVORA, tim ingin menciptakan sistem pendanaan yang tidak hanya memberikan modal, tetapi juga memastikan penggunaannya terkontrol dan berdampak nyata.

Sementara itu, pada kategori UI/UX Competition, tim mengembangkan produk digital bernama SEMAR (Smart Evacuation & Mitigation for Disaster Resilience), yaitu platform kesiapsiagaan bencana yang dirancang untuk membantu masyarakat merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan aman.

SEMAR tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi informasi, tetapi sebagai companion system yang mendampingi pengguna sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Platform ini mengintegrasikan berbagai teknologi seperti Augmented Reality (AR), Artificial Intelligence (AI), serta wearable Internet of Things (IoT) untuk menciptakan pengalaman yang lebih kontekstual dan realistis.

Platform SEMAR yang dikembangkan oleh tim BTC Dar Der Dor Fasilkom

Salah satu fitur unggulan SEMAR adalah simulasi evakuasi berbasis Augmented Reality yang memungkinkan pengguna berlatih secara langsung di lingkungan nyata mereka. Selain itu, terdapat pula mode darurat dengan tampilan minimalis, panduan berbasis audio tanpa visual, akses offline, serta fitur pelaporan pascabencana yang sederhana dan cepat digunakan.

Menurut tim, tantangan terbesar dalam kedua kompetisi yang diikuti selama bulan Januari – Februari 2026 tersebut adalah menyatukan berbagai perspektif dalam tim serta menerjemahkan permasalahan kompleks menjadi solusi yang sederhana.

“Setiap anggota punya cara pandang yang berbeda, terutama di awal-awal brainstorming sering terjadi perbedaan pendapat yang cukup intens. Tapi justru dari situ kami belajar untuk lebih terbuka, saling mendengarkan, dan mencari titik tengah terbaik,” ungkapnya.

Ke depan, tim berencana untuk mengembangkan kedua inovasi tersebut menjadi produk nyata. INVORA akan dikembangkan melalui uji coba terbatas pada komunitas UMKM, sementara SEMAR diharapkan dapat menjadi platform kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi secara nasional dan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah dan lembaga kebencanaan.

Melalui pencapaian ini, mereka juga mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba dan mengikuti kompetisi sebagai bagian dari proses belajar.

“Jangan takut untuk mulai. Tidak perlu menunggu merasa siap atau merasa sudah cukup jago, karena mengikuti kompetisi justru merupakan bagian dari proses belajar. Dari kegagalan dan trial and error itulah kamu bisa berkembang dan akhirnya meraih hasil yang diharapkan. Yang penting konsisten, berani mencoba, dan terus belajar!,” pungkasnya. (Yul/dil/ajf)

Berita terkait

Konreg PU 2027, Dorong Infrastruktur Produktif untuk Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas

Konreg PU 2027, Dorong Infrastruktur Produktif untuk Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan arah pembangunan infrastruktur ke depan akan difokuskan pada peningkatan produktivitas dan dampak nyata terhadap perekonomian melalui penyelenggaraan Konsultasi Regional (Konreg) Program Infrastruktur PU Tahun Anggaran 2027. Konreg yang mengusung tema “Pembangunan Infrastruktur PU dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan yang Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan

Nurana Diah Dhayanti