Tilawah On The Road Semarakkan Ramadan di Bukittinggi, Ibnu Asis Apresiasi Konsistensi SMPIT Cahaya Hati
Bukittinggi-Spektroom : Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, secara resmi membuka kegiatan Tilawah On The Road yang digelar SMPIT Cahaya Hati Bukittinggi di kawasan Pedestrian Jam Gadang, Kamis (26/2/2026). Kegiatan yang memasuki edisi keempat ini menjadi bagian dari syiar Ramadan sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda pecinta Al-Qur’an di ruang publik.
Acara yang berlangsung di jantung Kota Bukittinggi itu diikuti para siswa, guru, serta masyarakat yang tengah beraktivitas di sekitar ikon kota tersebut. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di kawasan pedestrian, menghadirkan suasana religius yang menarik perhatian pengunjung.
Dalam sambutannya, Ibnu Asis menyampaikan apresiasi atas konsistensi SMPIT Cahaya Hati dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut dari tahun ke tahun. Ia menilai, Tilawah On The Road bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga bentuk nyata pembinaan karakter generasi muda.
“Atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi, kami mengapresiasi terselenggaranya Tilawah On The Road edisi keempat ini. Semoga kegiatan ini terus melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an,” ujarnya di hadapan peserta dan undangan.
Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi Bukittinggi karena Jam Gadang genap berusia 100 tahun. Pemerintah Kota Bukittinggi, kata dia, tengah menyiapkan berbagai agenda untuk memperingati satu abad ikon kebanggaan masyarakat tersebut.
Sementara itu, Kepala SMPIT Cahaya Hati Bukittinggi, Raudhatul Jannah, menjelaskan bahwa Tilawah On The Road tahun ini mengusung tema Ramadhan Bersemi, Al-Qur’an di Hati, Tilawah Sampai Mati. Kegiatan ini menjadi pelaksanaan tahun keempat sejak pertama kali digelar.
Menurutnya, konsep tilawah di ruang terbuka bertujuan mendekatkan Al-Qur’an kepada masyarakat luas sekaligus menegaskan identitas sekolah sebagai wadah para pecinta dan penghafal Al-Qur’an.
“Semoga perjuangan hari ini bernilai pahala dan menjadikan Ramadan kali ini sebagai salah satu yang terbaik,” tuturnya.
Kegiatan tersebut diharapkan terus berlanjut sebagai agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat syiar Islam di ruang publik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter religius generasi muda di Kota Bukittinggi, terutama dalam menyambut momen bersejarah 100 tahun Jam Gadang. (Rita-wyu)