Tim Reaksi Cepat BPBD Jember Dan Relawan Brandal Alas Sinergi Menghadapi Bencana Banjir
Spektroom - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menetapkan status siaga satu menyusul masih berlangsungnya musim penghujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah Kabupaten Jember.
Kepala BPBD Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman longsor dan luapan sungai di sejumlah wilayah rawan. Hal itu dikatakan Edy Budi Susilo, Rabu (14/01/2026).

Kepada spektroom.co.id Edy Budi Susilo menjelaskan, salah satu kejadian bencana banjir merendam puluhan rumah di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur Rabu (14/01/2026) dini hari.
BPBD Jember melakukan penanganan dini dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di RT 02 dan RT 03 RW 25 Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember Jawa Timur.
“Akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam,” ungkapnya.
Peristiwa banjir ini terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, mulai pukul 19.00 WIB, setelah sebelumnya hujan turun sejak pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.
“Laporan kejadian diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jember pada Selasa malam pukul 23.40 WIB, dan langsung ditindaklanjuti dengan penanganan di lapangan pada Rabu dini hari, 14 Januari 2026, sekitar pukul 03.30 WIB,” jelasnya.
Usai kejadian, Tim Reaksi Cepat BPBD Jember bersama relawan, Muspika, perangkat desa, serta masyarakat setempat langsung melakukan langkah penanganan darurat. Warga yang terdampak dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan.
“Prioritas utama kami dalam setiap kejadian bencana adalah penyelamatan jiwa, kemudian disusul penanganan harta benda dan kerusakan lainnya,” tegas Edy.
BPBD Jember juga memantau kondisi sejumlah daerah aliran sungai (DAS), diantaranya Sungai Jompo dan Sungai Badean. Meski debit air terpantau tinggi, hingga saat ini belum menimbulkan banjir.
Menurut Edy Budi Susilo, untuk mengantisipasi potensi banjir ke depan, BPBD Jember terus melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk mendorong kegiatan penghijauan dan reboisasi di wilayah rawan, serta memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Edy juga menyoroti persoalan banjir genangan yang kerap terjadi di kawasan perkotaan. Menurutnya, kondisi tersebut sebagian besar disebabkan oleh saluran air dan gorong-gorong yang tersumbat sampah.
“Masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada BPBD. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama pencegahan banjir genangan. Jika sampah dibuang sembarangan, genangan air sulit dihindari saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama. (Budi S)