Tim The Avicenna Tembus Podium Nasional, Buktikan Madrasah Tak Kalah Inovatif
Spektroom – Prestasi nasional kembali ditorehkan siswa MAN 1 Kota Sukabumi. Tim “The Avicenna” sukses meraih The Best Team Juara 3 Nasional dalam ajang Samsung Innovation Campus Batch 7 Tahun 2025/2026 kategori SMA/SMK/MA. Pengumuman resmi disampaikan Rabu (18/02/2026).
Capaian ini bukan sekadar trofi. Tim membawa gagasan teknologi yang menyentuh persoalan riil pelaku UMKM pangan. Lewat proyek FIG (Food Inventory Guardian), mereka merancang Smart Warehouse berbasis IoT dan AI yang dirancang hemat biaya dan aplikatif.
Sistem FIG bekerja otomatis mengatur suhu dan kelembapan dengan kipas pendingin dan mist maker, sekaligus memprediksi sisa umur simpan buah dan sayur berbasis kecerdasan buatan. Tujuannya jelas: menekan kerugian pascapanen yang sering menghantui usaha kecil. AI di tangan mereka bukan gaya-gayaan, tapi alat bantu bertahan hidup.

Kepala madrasah, Drs. Tatang Moh. Abdurahman, M.Ag., menilai capaian ini sebagai bukti kualitas siswa madrasah mampu bersaing di level nasional dengan inovasi yang relevan.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar madrasah. Tim The Avicenna membuktikan bahwa siswa madrasah mampu menghadirkan inovasi yang solutif dan berdampak. Semoga ini memotivasi siswa lain untuk terus berkarya,” ujarnya.
Guru pembimbing, Diah Isnaini Putri Alidi, S.T., menegaskan keberhasilan ini lahir dari proses panjang seleksi ketat, pendampingan intensif, hingga presentasi final.
“Juara 3 Nasional adalah capaian luar biasa. Namun yang lebih penting, anak-anak telah membentuk karakter, mental inovator, dan daya juang. Itu bekal yang tak ternilai,” tuturnya.

Sementara itu, Fachri Akbar Ramadhan (XI-D), salah satu anggota tim, menyebut perjalanan mereka penuh tantangan, tetapi dukungan madrasah, guru, dan orang tua menjadi energi utama.
“Kami berharap FIG benar-benar bisa bermanfaat bagi UMKM. Ini bukan akhir, tapi awal untuk inovasi berikutnya,” katanya.
Prestasi ini menegaskan satu hal: kreativitas yang dipadukan kepedulian sosial bisa melahirkan solusi nyata. Dari ruang kelas madrasah, lahir gagasan yang bicara nasional dan, kalau konsisten dikembangkan, bisa berdampak lebih luas lagi. (Polin Dhamba)