Tinggi Permintaan Kue Kering, Siswi SMK Di Solo Diajak Berwirausaha

Tinggi Permintaan Kue Kering, Siswi SMK Di Solo Diajak Berwirausaha
Siswa SMK Marsudirini Marginingsih Surakarta Diajak Berwirausaha Memproduksi Kue Kering, Menyusul Tingginya Permintaan Menjelang Lebaran. ( Selasa 03/03/2026, Dan )

Solo - Spektroom : Merayakan hari Raya Lebaran tidak lepas dari suguan kue kue . Memahami permintaan tersebut, Siswi SMK Marsudirini Marginingsih Surakarta diajak berwirausaha dengan memproduksi kue kering.

Proyek pembuatan kue melibatkan sinergi tiga jurusan sekaligus, yakni Kuliner, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Busana, guna menghasilkan produk yang kompetitif di pasar.

Ditemui di sela sela Produksi ( Selasa 03/03/2026 ) Kepala SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta, Veronika Etik Kristianti, menjelaskan fokus utama proyek bukan sekadar hasil akhir, melainkan proses pembelajaran yang komprehensif.

Pembelajaran kewirausahaan, diawali Siswa jurusan kuliner kelas sepuluh dan sebelas didampingi guru untuk menyusun perencanaan, menghitung biaya produksi (food cost), hingga strategi promosi. Sementara itu, jurusan DKV bertanggung jawab pada desain kemasan, dan jurusan Busana membantu dalam aspek pengemasan atau packaging.

"Siswa dilatih menyusun perencanaan produksi, menghitung food cost, mengatur waktu kerja, menjaga konsistensi mutu, serta membangun strategi promosi yang menarik. Sampai saat ini sudah ada 500 kaleng produk yang dipesan dari keaktifan siswa mencari konsumen," ungkap Veronika Etik Kristianti

Sementara itu, Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Larti, yang turut meninjau produksi kue memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pembelajaran yang aplikatif ini. Bahkan program kewirausahaan yang dicanangkan pemerintah bertujuan agar lulusan SMK memiliki kesiapan mental dan keterampilan untuk membuka usaha mandiri.

Dengan terlibat langsung 2dalam rantai produksi dan distribusi, siswa mendapatkan pengalaman nyata yang tidak bisa didapatkan hanya melalui teori di kelas.

Tingginya angka pemesanan membuktikan kualitas rasa dan tampilan produk buatan siswa telah diakui oleh masyarakat.

Menjadi modal penting bagi siswa saat nantinya terjun ke dunia kerja atau memulai bisnis sendiri setelah lulus.
Dengan kreativitas dan kerja keras yang terbentuk melalui proyek ini menjadi nilai tambah yang membuat mereka unggul dibandingkan lulusan sekolah umum lainnya.

"Tujuan utama dari dunia pendidikan ini adalah membentuk karakter tentang kreativitas serta kesiapan siswa menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha mandiri. Di SMK Marsudirini Marganingsih ini luar biasa karena pembelajarannya sudah benar-benar aplikatif dan real di masyarakat," Jelas Larti.

Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari nastar, kastengel, putri salju, hingga roti kacang yang dijual secara satuan maupun dalam bentuk hampers.

Menariknya, respon masyarakat cukup positip, dibuktiksn pesanan tidak hanya datang dari wilayah Solo Raya, namun merambah hingga ke luar kota seperti Surabaya.

Antusiasme masyarakat ini disambut baik oleh pihak sekolah dengan menetapkan batas akhir pemesanan pada Jumat, 6 Maret 2026 mendatang.
(,Dan)

Berita terkait

Polisi Gagalkan Rencana Tawuran “Perang Sarung” di Tayu, 7 Remaja Diamankan

Polisi Gagalkan Rencana Tawuran “Perang Sarung” di Tayu, 7 Remaja Diamankan

Semarang-Spektroom: Rencana aksi tawuran atau perang sarung antar kelompok remaja di wilayah Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, berhasil digagalkan jajaran Polsek Tayu. Dalam patroli dini hari, polisi mengamankan tujuh remaja beserta delapan sepeda motor yang diduga akan digunakan menuju lokasi tawuran. Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto mengatakan, penggagalan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas