Trending

Tingkatkan Kemampuan Nelayan Rembang, BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan

Tingkatkan Kemampuan Nelayan Rembang, BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan
BMKG menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) tingkat Provinsi Jawa Tengah di Wavi Joglo, Kabupaten Rembang, Sabtu (20/6/2026)(Foto:BMKG/Sigit)

Rembang – Spektroom: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) tingkat Provinsi Jawa Tengah di Wavi Joglo, Kabupaten Rembang, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan ini diikuti nelayan dan masyarakat pesisir dari berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan pemahaman terhadap informasi cuaca maritim guna mendukung keselamatan dan efektivitas serta aktivitas melaut.

Mewakili Bupati Rembang Harno, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Mochammad Sofyan Cholid, mengatakan program SLCN sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus keselamatan nelayan.

Menurutnya, kemampuan membaca informasi cuaca dapat membantu nelayan merencanakan aktivitas penangkapan ikan secara lebih efisien.

“Dengan memahami informasi cuaca, nelayan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan keselamatan saat bekerja di laut. Pemerintah daerah juga terus berupaya memberikan perlindungan melalui program asuransi bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, menegaskan bahwa informasi meteorologi maritim memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan dan kesejahteraan nelayan.

Menurutnya, nelayan yang memahami informasi cuaca akan lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem maupun gelombang tinggi saat berada di laut.

“Informasi cuaca maritim tidak hanya berkaitan dengan keselamatan, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan karena aktivitas melaut menjadi lebih efektif,” katanya.

Ia berharap sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir dapat terus diperkuat agar informasi cuaca semakin mudah diakses dan dimanfaatkan oleh nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Anggota Komisi V DPR RI, Harmusa Oktaviani, mengatakan Kabupaten Rembang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan SLCN karena memiliki jumlah nelayan yang cukup besar dan aktivitas perikanan yang tinggi.

Menurutnya, masih banyak nelayan yang mengandalkan pengalaman dan tanda-tanda alam dalam memprediksi kondisi cuaca.

“Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini, kami ingin nelayan semakin terbiasa menggunakan informasi resmi dari BMKG sehingga dapat melaut dengan lebih aman dan terencana,” ujarnya.

BMKG saat ini telah menyediakan berbagai layanan informasi cuaca maritim yang dapat diakses secara real time. Informasi tersebut dapat menjadi acuan bagi nelayan dalam menentukan waktu keberangkatan maupun memperkirakan kondisi perairan.

Ia berharap edukasi semacam ini mampu mengurangi risiko kecelakaan laut sekaligus membantu nelayan meningkatkan produktivitas karena dapat menyesuaikan aktivitas penangkapan ikan dengan kondisi cuaca.

Program serupa, akan dilaksanakan di sejumlah daerah pesisir lainnya secara bergantian. Setelah Rembang, kegiatan berpotensi digelar di wilayah Pantura lainnya seperti Kabupaten Pati.

Selain meningkatkan keselamatan saat melaut, pemanfaatan informasi cuaca juga diharapkan dapat mendukung efisiensi biaya operasional dan peningkatan hasil tangkapan nelayan.

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP