Tips Cerdas Sewa Bus Wisata Sekolah, Liburan Seru Tetap Aman dan Nyaman
Surakarta – Spektroom: Musim liburan sekolah menjadi momen paling dinantikan para siswa. Berbagai rencana perjalanan, mulai dari studi tur hingga wisata bersama teman dan guru, mulai disiapkan.
Namun di balik keseruan menentukan destinasi, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan, yakni memastikan transportasi yang digunakan aman dan nyaman.
Menurut akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, memilih bus wisata untuk perjalanan rombongan membutuhkan perencanaan matang. Terlebih saat musim liburan atau high season.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan hanya memilih berdasarkan harga murah, tetapi pastikan kendaraan, pengemudi, dan perusahaan penyedia jasa benar-benar memenuhi standar keselamatan,” ungkap Djoko Minggu (21/6/2026).
Disebutkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan yakni legalitas dan kondisi perusahaan otobus (PO). Penyewa bus sebaiknya memastikan perusahaan memiliki izin resmi angkutan pariwisata serta armada yang digunakan telah memenuhi persyaratan kelayakan jalan.
Masyarakat juga dapat mengecek legalitas kendaraan melalui sistem SPIONAM (Sistem Informasi Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda) milik Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan. Selain itu, kondisi kendaraan harus dipastikan telah menjalani uji berkala atau KIR terbaru.
Pemilihan kapasitas bus juga harus disesuaikan dengan jumlah peserta perjalanan. Armada yang terlalu penuh dapat mengurangi kenyamanan selama perjalanan, terutama jika membawa banyak barang bawaan.

Djoko mengingatkan, faktor pengemudi juga menjadi bagian penting dalam keselamatan perjalanan. Oleh karenanya pengelola rombongan perlu memperhatikan kondisi fisik dan waktu kerja pengemudi.
Berdasarkan aturan keselamatan transportasi, pengemudi kendaraan umum memiliki batas waktu kerja maksimal 8 jam sehari. Setelah mengemudi selama 4 jam berturut-turut, pengemudi wajib mendapatkan waktu istirahat minimal 30 menit.
Sementara untuk perencanaan rute perjalanan juga harus menjadi perhatian. Perjalanan wisata sering kali melewati jalur padat, tanjakan, maupun kawasan pegunungan yang memiliki karakter jalan berbeda.
Dalam hal ini pengemudi harus memahami jalur perjalanan. Untuk rute pegunungan atau jalan menurun panjang, kondisi pengereman kendaraan harus benar-benar diperiksa, termasuk fitur pendukung keselamatan seperti retarder atau exhaust brake.
Dari sisi administrasi, biaya sewa bus juga harus diperjelas sejak awal. Tidak semua biaya bersifat all in. Karena itu, perlu ada kesepakatan tertulis mengenai biaya tol, parkir, retribusi wisata, konsumsi kru, hingga kemungkinan biaya tambahan lainnya.
“Kontrak sewa juga sebaiknya mencantumkan jaminan asuransi perjalanan serta kesiapan armada pengganti apabila terjadi kendala teknis di perjalanan,” ujarnya.
Sebelum berangkat, rombongan disarankan melakukan pemeriksaan sederhana bersama pengemudi, seperti kondisi ban, pintu darurat, palu pemecah kaca, hingga alat pemadam api ringan (APAR). Perlengkapan tersebut menjadi bagian penting apabila terjadi kondisi darurat.
“Pada akhirnya, liburan sekolah bukan hanya tentang memilih tempat wisata yang menarik, tetapi juga memastikan perjalanan wisata berlangsung aman dan nyaman, sehingga memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan,” pungkasnya.