TP PKK Jateng Ajak Warga Karanganyar Gemar Makan Ikan, Kader Diajari Budikdamber hingga Olah Lele Anti Amis

TP PKK Jateng Ajak Warga Karanganyar Gemar Makan Ikan, Kader Diajari Budikdamber hingga Olah Lele Anti Amis
Kelompok Pengolah dan Pemasar (poklahsar) Lele Legend, bagi tips pengolahan ikan lele di desa Plumbon, Tawangmangu, Karanganyar.(Foto: Diskomdigi/Sigit)

Semarang-Spektroom: Seratusan kader dan Tim Penggerak PKK Desa Plumbon bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah mengikuti kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pemenuhan pangan keluarga berbasis protein ikan di Balai Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan budidaya ikan dalam ember (budikdamber), tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan mengolah ikan lele agar lebih menarik dikonsumsi keluarga, khususnya anak-anak.

Mohamad Hendrik dari Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Lele Legend membagikan sejumlah teknik mengolah lele agar tidak amis, tidak berlendir, serta menghasilkan tekstur daging yang baik saat dimasak.

Ia menjelaskan, proses pengolahan dimulai dengan menaburkan garam pada ikan lele yang baru dibersihkan.

"Kalau langsung diberi garam, lendir cepat hilang dan saat digoreng bentuk ikannya bisa tetap lurus," ujar Hendrik.

Untuk mengatasi persoalan duri yang kerap membuat anak-anak enggan mengonsumsi ikan, Hendrik menyarankan lele difilet terlebih dahulu sebelum diolah.

Menurutnya, proses memfilet lele dilakukan dengan memotong kepala ikan, kemudian menyayat bagian punggung mengikuti arah tulang hingga tulang terlepas tanpa memutus daging.

"Kalau dilipat, bentuknya tetap seperti ikan lele utuh. Untuk duri di bagian dada, bisa digoreng kering. Kalau ingin digoreng tepung, goreng setengah matang dulu baru dibalut tepung. Lele yang paling enak ukurannya sekitar tujuh sampai sepuluh ekor per kilogram," jelasnya.

Selain teknik filet, peserta juga mendapat pelatihan membuat bakso ikan lele dari Titik Sayekti dari Poklahsar Terampil Mandiri.

Ia mengungkapkan, rahasia bakso lele yang lezat dan tidak amis terletak pada penggunaan perasan jeruk nipis atau cuka pada daging filet tanpa kulit sebelum dicampur bumbu.

"Tanpa kulit supaya warnanya lebih cantik. Setelah diberi jeruk nipis atau cuka, dibilas. Lalu dicampur bawang putih, telur ayam, garam, merica bubuk, tepung tapioka, kaldu bubuk, dan es batu. Setelah itu dibulatkan dan dimasak," terangnya.

Sementara itu, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Jawa Tengah, Indah Sumarno, yang mewakili Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, menegaskan pentingnya meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat.

Menurutnya, ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang anak.

"Ikan adalah sumber protein hewani yang luar biasa. Tidak hanya kaya protein berkualitas tinggi, tetapi juga mengandung omega-3, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak anak," kata Indah.

Ia mengatakan, TP PKK Jawa Tengah bersama Dinas Kelautan dan Perikanan, Bank Indonesia, serta Baznas terus mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di berbagai daerah.

Upaya tersebut dinilai penting karena tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Karanganyar masih berada di angka 14,10 kilogram per kapita per tahun, lebih rendah dibanding rata-rata konsumsi ikan Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 16,32 kilogram per kapita per tahun.

Indah mengakui Karanganyar bukan wilayah pesisir. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan konsumsi ikan.

Menurutnya, budidaya lele melalui sistem budikdamber dapat menjadi solusi pemenuhan protein keluarga di lahan terbatas.

"Budidaya ikan dalam ember ini mudah dan bisa dilakukan siapa pun, termasuk masyarakat Plumbon. Cocok untuk lahan sempit dengan memanfaatkan ember atau terpal. Air di sini juga melimpah, pakannya mudah didapat. Jadi kalau ingin makan ikan, tinggal ambil lele di pekarangan," ujarnya.

Ia berharap bantuan dan pendampingan yang diberikan TP PKK, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Bank Indonesia dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Informasi tentang budikdamber ini juga perlu disebarluaskan kepada seluruh masyarakat agar semakin banyak keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan gizinya secara mandiri," tandas Indah.

Berita terkait

Wagub Kepri Melantik Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Kepulauan Riau

Wagub Kepri Melantik Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Kepulauan Riau

Batam, Spektroom – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, resmi melantik Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (D3K) Provinsi Kepri periode 2026-2029 di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026). Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Kepri dalam memperkuat perlindungan tenaga kerja di tengah pesatnya pertumbuhan sektor industri di

Desmawati, Buang Supeno
Bakesbangpol Jember Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Stabilitas Kamtibmas Jadi Tanggung Jawab Bersama

Bakesbangpol Jember Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat, Stabilitas Kamtibmas Jadi Tanggung Jawab Bersama

Jember-Spektroom : Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah dinamika ekonomi global terus diperkuat di Kabupaten Jember. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema "Sinergi Polri dan Masyarakat Guna Menjaga Stabilitas Kamtibmas serta Kondusifitas dalam Menyikapi Kebijakan Pemerintah di Wilayah

Budi Sucahyono, Buang Supeno
Tabligh Akbar di Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto, Wali Kota dan Wawako Ajak Perkuat Nilai Keagamaan dan Kebersamaan

Tabligh Akbar di Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto, Wali Kota dan Wawako Ajak Perkuat Nilai Keagamaan dan Kebersamaan

Sawahlunto– Spektroom : Masjid Agung Nurul Islam Kota Sawahlunto dipenuhi jamaah dalam kegiatan Tabligh Akbar yang digelar usai Salat Zuhur, Selasa (9/6/2026). Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Sawahlunto sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan di

Riswan Idris, Buang Supeno