TPID Banyumas Siapkan Lima Langkah Strategis Jaga Stabilitas Pangan Jelang Lebaran
Purwokerto-Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas menyiapkan lima langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting TPID yang digelar di Smartroom Graha Satria, Purwokerto, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama jajaran Forkopimda, instansi terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan, rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi momentum Lebaran, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga.
“Setiap sektor diharapkan mampu mengidentifikasi potensi kendala sejak dini serta memastikan koordinasi berjalan optimal,” ujar Lintarti.
Ia menjelaskan, TPID Banyumas telah menyiapkan lima langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Lebaran.
Pertama, melakukan pengawasan ketat harga melalui pemantauan harga dan ketersediaan stok pangan secara intensif di pasar-pasar. Kedua, memastikan keamanan pasokan dengan menjaga kelancaran jalur distribusi pangan di seluruh wilayah Banyumas.
Ketiga, melakukan intervensi pasar melalui penyelenggaraan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara bergilir di berbagai lokasi. Keempat, memperkuat produksi dengan mengembangkan klaster pangan serta memastikan ketersediaan komoditas utama. Kelima, meningkatkan sarana prasarana dan keselamatan melalui pemeliharaan kualitas jalan serta pengecekan armada angkutan umum demi keselamatan pemudik.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan pola belanja bijak dengan membeli kebutuhan secara wajar dan tidak berlebihan agar stabilitas harga tetap terjaga.
“Dengan sinergi dan kerja sama yang kuat, saya yakin momen Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh warga,” kata Lintarti.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas Fatichuddin memaparkan perkembangan inflasi di wilayah Purwokerto. Pada Februari 2026, Purwokerto mengalami inflasi month to month sebesar 0,78 persen, setelah sebelumnya mengalami deflasi.
Ia menjelaskan, lima komoditas yang memberi andil inflasi terbesar yaitu daging ayam ras sebesar 0,14 persen, cabai rawit 0,13 persen, emas perhiasan 0,11 persen, bawang merah 0,07 persen, dan telur ayam ras 0,06 persen.
Komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar adalah bensin sebesar -0,05 persen, wortel -0,01 persen, dan bawang putih -0,01 persen.
Menurut Fatichuddin, kenaikan inflasi terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat paling tinggi dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini dipengaruhi meningkatnya permintaan saat libur Tahun Baru Imlek dan awal Ramadan, serta tingginya intensitas hujan yang menurunkan produksi hortikultura.