TPID Kabupaten Tubaba Lampung Ikuti Rakor TPID Secara Virtual

TPID Kabupaten Tubaba Lampung Ikuti Rakor TPID Secara Virtual
Tim Pengendalian Inivlasi Daerah (TPID) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengikuti Rakor TPID secara virtual ( Foto Diskominfo Tubaba/Ripin).

Tulang Bawang Barat-Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung dipimpin Staf ahli Bupati Bidang Ekubang Dedy Oktaviali, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Asisten II Sekretaris Kabupaten Tubaba, di Panaragan, Senin (13/4/2025).

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah, secara luring berlangsung di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh Sekretaris Jendral Kemendagri Tomsi Tohir.

Pada kesempatan tersebut Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir mencatat harga cabai rawit terjadi kenaikan di 126 kabupaten dan kota atau hampir 25% di wilayah Indonesia dan cabe merah di 116 kabupaten dan kota, bahkan disejumlah kabupaten dan kota pun harga kedua komoditas tersebut anjlok, padahal daerah tersebut merupakan produsen cabai rawit dan cabai merah.

Foto Capture YouTube Kemendagri

Untuk itulah, Tomsi Tohir menginstruksikan kepada Kementerian Pertanian untuk melakukan pemetaan yang jelas, daerah yang mengalami kenaikan dan penurunan harga cabai baik cabai Rawit maupun cabai merah.

audio-thumbnail
Voice Tomsi Tohir
0:00
/98.393938

"Perlu pemetaan dari Kementan berkaitan dengan harga-harga ini sehingga ada jalan keluar bagi saudara-saudara kita petani yang harganya anjlok itu bisa di over terjadi perdagangan antar daerah dan diinisiasi oleh Kementan ya karena mungkin teman-teman kepala daerah ini tidak paham petanya dan yang paham adalah Kementan" tandas Tomsi Tohir.

Sedangkan Produksi dan Ketersediaan Cabai Rawit maupun Cabai Merah ada beberapa daerah yang mengalami minus, seperti Riau minus 1.495 Ton, Kepri minus 483 Ton, Sumatra Selatan minus 1.711 Ton, Lampung minus 3.427 Ton, Banten minus 2.942 Ton, DK Jakarta minus 1.997 ton.

Demikian pula halnya di Papua yang merata di seluruh wilayah, termasuk yang mengalami kekurangan stok cabai merah dan cabai rawit adalah di Maluku, Sultra, Gorontalo, Sulawesi Utara, Tengah dan Selatan.

"Sedangkan Kalimantan kecuali Kalsel dan Kaltara mengalami hal yang sama kekurangan stok cabai merah besar dan cabai rawit. Untuk itulah bagi Tim Penanggulangan Inflasi Daerah, Kepala Daerah dan Forkopimda perlu mencermati ironi stok cabai di daerahnya karena disatu sisi terjadi surplus cabai merah namun di 25 % wilayah harganya melambung tinggi" ujar Tomsi Tohir mengingatkan.

Sementara sebelumnya Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono memaparkan Perkembangan hasil pemantauan BPS untuk Indeks Perkembangan Harga (IPH) sampai dengan minggu kedua di bulan April tahun 2026.

Foto Capture YouTube Kemendagri

Menurut Ateng Hartono ada 22 provinsi yang mengalami kenaikan IPH dan 16 provinsi mengalami penurunan.

Kenaikannya yang cukup tinggi yaitu di Gorontalo, IPH-nya mengalami peningkatan 4,62 persen, Sulawesi Utara 4,11 persen, Sulawesi Tengah 2,58, Maluku Utara 20 persen.

"Keempat wilayah tersebut mengalami peningkatan IPH-di komoditas cabai rawit, cabai merah, dan daging sapi serta ayam ras" terang dia. (@Ng).

Berita terkait

Gubernur Kepri: Pemprov Terus Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Gubernur Kepri: Pemprov Terus Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Tanjungpinang-Spektroom : Pasca Idul Fitri 1447 Hijriah Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad melaksanakan halal bihalal bersama masyarakat di Masjid Baitul Makmur Anambas, Minggu (12/4/2026). Halal bihalal yang disejalankan dengan kunjungan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, didampingi Bupati Anambas Aneng juga menghadirkan penceramah dari Medan

Desmawati, Rafles