Trending

Transportasi Layak Jadi Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Transportasi Layak Jadi Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Seorang guru harus menempuh medan berat menyeberangi sungai saat akan mengajar. (Foto: Dok. Ciptati Handayani)

Surakarta-Spektroom : Kesejahteraan guru tidak hanya ditentukan oleh besaran gaji atau tunjangan yang diterima setiap bulan, tetapi juga dipengaruhi kemudahan akses transportasi menuju tempat mengajar. Buruknya layanan transportasi, baik di perkotaan maupun daerah terpencil, dinilai menjadi salah satu faktor yang menggerus kesejahteraan para pendidik.

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan persoalan mobilitas guru selama ini masih kurang mendapat perhatian, padahal berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi, kesehatan, hingga kualitas pembelajaran di sekolah.

"Transportasi yang layak bukan hanya memudahkan guru menuju sekolah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka. Guru yang tiba di kelas dengan kondisi segar tentu akan lebih siap memberikan pembelajaran terbaik kepada para siswa," ungkap Djoko kepada Spektroom, Minggu (5/7/2026).

Menurut Djoko, tingginya biaya transportasi menjadi persoalan serius, terutama bagi guru honorer yang memiliki penghasilan relatif rendah. Di banyak daerah, minimnya transportasi umum membuat guru harus menggunakan kendaraan pribadi sehingga biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, maupun ongkos transportasi menjadi beban yang cukup besar.

Bahkan, guru honorer dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan dapat menghabiskan 20 hingga 40 persen pendapatannya hanya untuk biaya transportasi. Kondisi tersebut lebih berat lagi dialami guru yang bertugas di wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Perbatasan), termasuk daerah kepulauan yang harus menggunakan perahu atau kendaraan khusus dengan biaya tinggi.

Akses transportasi juga berpengaruh terhadap kondisi fisik dan psikologis guru. Kemacetan di perkotaan maupun medan berat di pedesaan membuat banyak guru menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan. Akibatnya, tenaga dan konsentrasi guru terkuras di jalan sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran.

Medan berat di daerah pelosok, membuat guru menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan. (Foto: Dok. Ciptati Handayani)

Di sejumlah daerah terpencil, kata Djoko, tidak sedikit guru yang harus melewati jalan rusak, menyeberangi sungai dengan perahu sederhana, bahkan menghadapi risiko keselamatan setiap hari demi menjalankan tugas mencerdaskan bangsa.

"Negara perlu menghadirkan transportasi yang aman dan terjangkau. Dengan demikian guru tidak lagi dibayangi rasa cemas selama perjalanan dan dapat mengajar dalam kondisi yang lebih prima," katanya.

Karena itu, Djoko yang juga akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang ini, mendorong pemerintah menjadikan transportasi sebagai bagian dari kebijakan peningkatan kesejahteraan guru. Salah satunya melalui subsidi tarif transportasi publik bagi guru di perkotaan, serta memperluas layanan angkutan perintis darat, laut, maupun udara di kawasan kepulauan dan wilayah 3TP.

"Menyejahterakan guru tidak cukup hanya menaikkan gaji. Negara juga harus memastikan jalan yang mereka lalui aman, biaya transportasi terjangkau. Karena guru yang sejahtera dan bahagia akan melahirkan pendidikan yang lebih berkualitas," tandasnya. (Ciptati Handayani)

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles