Transportasi Publik, Kunci Memutus Lingkaran Kemiskinan Mobilitas

Transportasi Publik, Kunci Memutus Lingkaran Kemiskinan Mobilitas
Warga miskin menggunakan angkutan seadananya untuk akses mobilitas sehari-hari. (Foto Ilustrasi Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi seseorang, tetapi juga erat dengan kemampuan masyarakat untuk bergerak dan mengakses berbagai peluang. Ketika transportasi publik tidak memadai, masyarakat berpenghasilan rendah berisiko semakin sulit menjangkau pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pusat aktivitas ekonomi.

Menurut akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno, fenomena tersebut dikenal sebagai kemiskinan mobilitas atau mobility poverty, yaitu kondisi ketika keterbatasan akses transportasi membuat seseorang semakin sulit keluar dari tekanan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan Indonesia mencapai sekitar 11,64 juta orang atau 7,09 persen. Meski secara persentase angka kemiskinan di wilayah perdesaan lebih tinggi, masyarakat miskin di perkotaan menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari tingginya biaya hidup, kepadatan kota, hingga keterbatasan akses terhadap layanan publik.

“Banyak warga berpenghasilan rendah akhirnya tinggal di kawasan pinggiran kota karena harga hunian di pusat kota mahal. Namun di sisi lain, pusat pekerjaan, pendidikan, dan layanan kesehatan masih banyak berada di kawasan perkotaan. Sehingga ketika transportasi umum tidak menjangkau, masyarakat miskin semakin sulit mendapatkan pekerjaan yang layak,” jelas Djoko Rabu (17/6/2026).

Djoko Setijowarno, akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). (Foto: Dok Ciptati Handayani)

Djoko Setijowarno yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), menjelaskan, selain persoalan akses, biaya transportasi juga menjadi beban besar bagi kelompok berpenghasilan rendah. Tanpa layanan transportasi publik yang terjangkau, sebagian masyarakat terpaksa menggunakan kendaraan pribadi dengan biaya cicilan, bahan bakar, dan perawatan yang terus meningkat.

Sementara itu, transportasi umum yang belum terintegrasi juga dapat menambah pengeluaran karena pengguna harus berganti moda berkali-kali dalam satu perjalanan.

Dampak lainnya, kemacetan dan perjalanan yang tidak efisien membuat masyarakat kehilangan waktu produktif yang sebenarnya dapat digunakan untuk bekerja tambahan, beristirahat, maupun mendampingi keluarga.

“Transportasi publik yang baik juga berperan dalam membuka akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas dasar. Masyarakat akan lebih mudah menjangkau sekolah, fasilitas kesehatan, pusat pelatihan kerja, hingga pasar dengan harga kebutuhan yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Beberapa langkah yang diperlukan antara lain membangun sistem transportasi yang terintegrasi, menerapkan tarif yang terjangkau, menyediakan subsidi tepat sasaran, memperkuat angkutan pengumpan dari kawasan pinggiran, serta mengembangkan konsep kota berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD).

“Kota yang maju bukanlah kota yang membuat masyarakat berpenghasilan rendah bergantung pada kendaraan pribadi, melainkan kota yang menyediakan transportasi publik berkualitas sehingga semua lapisan masyarakat dapat bergerak secara setara,”tandasnya.

Berita terkait

Kendalikan Inflasi, Pemkab Pasbar Gandeng BI dan Bulog gelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di Dua Kecamatan

Kendalikan Inflasi, Pemkab Pasbar Gandeng BI dan Bulog gelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di Dua Kecamatan

Pasaman Barat-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat dan Perum Bulog Cabang Bukittinggi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di dua kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah. GPM dilaksanakan di Pasar Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, pada Rabu

Rafles
Pemkab Tanah Datar Gelar Forum  Kemitraan Kesehatan, Perkuat Komitmen Pelayanan Bagi Masyarakat

Pemkab Tanah Datar Gelar Forum Kemitraan Kesehatan, Perkuat Komitmen Pelayanan Bagi Masyarakat

Tanah Datar-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dan Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten Tanah Datar Semester I Tahun 2026 yang digelar di Emersia Hotel Batusangkar, Kamis (18/6/2026). Kegiatan

Rafles
Presiden Prabowo Tegaskan Himbara sebagai Motor Ekonomi Nasional dengan Kapitalisasi Rp1.100 Triliun

Presiden Prabowo Tegaskan Himbara sebagai Motor Ekonomi Nasional dengan Kapitalisasi Rp1.100 Triliun

Jakarta-Spektroom : Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama jajaran komisaris dan direksi Himpunan Bank Negara (Himbara) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/06/2026). Dalam pertemuan tersebut Kepala Negara menegaskan peran strategis bank Himbara bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO

Rafles