Tujuh Titik Pasar Ramadan, Datah Manuah Paling Disorot

Pasar Datah Manuah hadir dengan konsep kolaborasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya, BUMN, dan BUMD.

Tujuh Titik Pasar Ramadan, Datah Manuah Paling Disorot
Salah satu lorong pasar Ramadhan di Pasar Datah Manuah. (dok.MC PRaya)

Palangka Raya, Spektroom - Gelaran Pasar Ramadan 1447 H/2026 M di Kota Palangka Raya tidak hanya menghadirkan semarak suasana berbuka, tetapi juga memperlihatkan geliat ekonomi yang kian menguat. Tahun ini, pemerintah kota menetapkan tujuh titik Pasar Ramadan yang tersebar di sejumlah kawasan strategis, dengan Pasar Datah Manuah menjadi lokasi yang paling menyita perhatian.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Fajar Bakti, menyampaikan bahwa partisipasi pedagang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pasar Ramadan menjadi momentum bagi perkembangan ekonomi masyarakat. Dari tahun ke tahun, partisipasi pedagang terus meningkat dan ini menunjukkan geliat perekonomian di Kota Palangka Raya semakin tumbuh, baik dari sisi pelaku usaha maupun UMKM,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Tujuh titik tersebut tersebar di depan SMA Negeri 1 Palangka Raya, halaman Gedung Juang, Pasar Datah Manuah, Masjid Shalahudin Universitas Palangka Raya, Pasar Kahayan, Masjid Al Husna, dan Masjid Kubah Kecubung. Dari seluruh lokasi itu, Pasar Datah Manuah tampil dengan konsep berbeda.

Diberitakan sebelumnya bahwa Kamis lalu bertepatan 1 Ramadan 1447, di kawasan pasar Datah Manuah resmi dibuka sebagai salah satu titik pasar Ramadhan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin. Lokasi ini menjadi yang pertama digelar dengan konsep kolaboratif dan penataan lebih modern.

Pelaksana Pasar Ramadan Datah Manuah, Ngurah Putu, menjelaskan bahwa konsep yang diusung merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya, BUMN, dan BUMD.
“Pasar Datah Manuah hadir dengan konsep kolaborasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya, BUMN, dan BUMD. Kami ingin menghadirkan suasana yang lebih tertata, nyaman, dan kekinian,” jelasnya.

Suasana bakda asyar di pasar Ramadhan dekat masjid Al Husna G Obos Palangka Raya. (foto:Polin/Soektroom)

Ia menambahkan, pemilihan Datah Manuah bukan tanpa alasan. Selain lokasinya strategis, kawasan tersebut sebelumnya dikenal sebagai pasar mini dengan tingkat kunjungan yang belum optimal. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi tanpa menggeser eksistensi pasar lain.
“Kami ingin membuka ruang baru yang sebelumnya belum pernah dimanfaatkan untuk Pasar Ramadan. Ini juga menjadi bentuk promosi bahwa Pasar Datah Manuah tidak hanya sebagai lokasi jual beli, tetapi juga sebagai ruang kreatif masyarakat,” tuturnya.

Dari sisi fasilitas, kawasan ini dilengkapi sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, penataan stan yang lebih higienis, area dine-in yang nyaman, serta hiburan harian untuk menarik pengunjung. Meski masih terdapat sejumlah kekurangan teknis, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Datah Manuah mulai menemukan momentumnya.

Ke depan, Pasar Ramadan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda musiman, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat yang berkelanjutan. Dengan perencanaan yang semakin matang, geliat UMKM di Kota Palangka Raya diharapkan terus tumbuh bukan hanya ramai saat Ramadan, tetapi juga kuat sepanjang tahun. (Polin Gusti)

Berita terkait

Warga Lampung di Perantauan, Perkuat persatuan dan Hilangkan Perbedaan Untuk Kemajuan Daerahnya

Warga Lampung di Perantauan, Perkuat persatuan dan Hilangkan Perbedaan Untuk Kemajuan Daerahnya

Bandarlampung - Spektroom: Halal bihalal Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP), memiliki makna penting sebagai ruang untuk saling menguatkan, mengingatkan, serta mempererat ikatan batin sebagai satu keluarga besar Sai Bumi Ruwa Jurai di mana pun berada. Untuk itulah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Lampung di

Anggoro AP