Tumpukan Sampah Di Pasar Induk Kramat Jati Jaktim Telah Diangkut Ke TPSA Bantar Gebang
Spektroom - Tumpukan sampah yang menggunung dan menimbulkan bau tak sedap disekitaran Pasar Induk Kramat Jati telah diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Bantar Gebang Bekasi. Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur melakukan pembersihan kawasan Pasar Induk Kramat Jati dari sampah yang menggunung, total ada 168 truk sampah dengan berat mencapai 2.300 ton.
Dalam pembersihan dikerahkan dua alat berat untuk mempercepat penanganan sampah di area Pasar Induk. Hal itu dijelaskan Kasatpel Sudin LH Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah. Ia menyampaikan pembersihan sudah dilakukan selama lima hari.
“Kita sudah berhasil mengangkut sekitar 132 truk sampai kemarin. Sudah diploting 36 kendaraan, berarti di total 132 ditambah 36, berarti sekitar 168 truk akan dibuang ke Bantar Gebang. Mudah-mudahan kalau berjalan lancar, insyaallah sampah lama sudah bisa dikatakan kondusif, tinggal hanya beberapa meter kubik lagi,” jelasnya, Selasa sore (13/1/2026).
Tiap harinya truk sampah mengangkut 400 sampai 500 ton sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan hari-hari biasanya yang hanya mencapai 140-160 ton.
Dwi mengaku pihaknya melakukan pembersihan cepat karena bau yang ditimbulkan mulai meresahkan masyarakat. Namun, setelah empat hari pembersihan, situasi sudah kembali seperti semula. “Seperti yang kita lihat sekarang sudah tidak terlalu bau, hanya seperti normal biasa, karena memang tumpukannya sudah sangat jauh. Dari mulai setinggi 6 meter, sekarang cuma tinggal sisa beberapa meter kubik saja. Ini tumpukan sampah lama. Mudah-mudahan bisa kita tuntaskan,” ucapnya.
Sementara itu, Manager PD Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengatakan pihaknya ke depan akan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Realisasinya akan dikoordinasi dengan Sudin LH Jakarta Timur untuk meminta bantuan pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
“Terkait pengelolaan sampah terpadu di area Pasar Induk Kramat Jati kita sudah MoU (memorandum of understanding) dengan ITB terkait hal tersebut, namun perlu kajian yang mendalam untuk segera memutuskan pelaksanaanya agar semua berjalan dengan baik. Tentunya kami berterima kasih kepada Sudin LH Jakarta Timur dan Satpel Sudin LH Kecamatan Kramat Jati yang terus membantu proses pengangkutan sampah di area Pasar Induk Kramat Jati.