UIN Maliki Malang Kukuhkan 11 Guru Besar, Prof. Nur Ali Tegaskan Guru Besar Bukan Akhir Perjuangan Akademik
Spektroom – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya dengan mengukuhkan 11 Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu strategis. Pengukuhan tersebut dilaksanakan melalui Rapat Terbuka Senat yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., Selasa (20/1/2026).
Sebelas Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari bidang pendidikan, bahasa, hukum, psikologi, hingga kajian Islam. Mereka adalah Prof. Dr. H. Abdul Bashith, M.Si. (Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial), Prof. Dr. H. Moh. Padil, M.Pd.I. (Kebijakan Pendidikan Islam), Prof. Dr. H. M. Faisol, M.Ag. (Sastra Arab), Prof. Dr. M. Fahim Tharaba, M.Pd. (Manajemen Mutu Pendidikan Islam), Prof. Dr. Danial Hilmi, S.Hum., M.Pd. (Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab), Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. (Kepemimpinan Pendidikan Islam), Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. (Hukum Ekonomi), Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si. (Psikologi Sosial), Prof. Dr. Muhammad Asrori, M.Ag. (Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam), Prof. H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag., Ph.D. (Tafsir Tematik), serta Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag. (Pemikiran Islam Indonesia).
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan dibuka langsung oleh Ketua Senat.
Prof. Nur Ali: Guru Besar Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian
Dalam pidato senatnya, Prof. Nur Ali menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukanlah titik akhir perjuangan akademik, melainkan awal dari amanah besar dalam menjaga marwah keilmuan dan institusi.
“Guru besar adalah puncak pengakuan keilmuan, tetapi sekaligus menjadi awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Mereka harus produktif, bijaksana, cerdas, serta menjadi teladan, baik di dalam kampus maupun di tengah masyarakat,” tegas Prof. Nur Ali.
Ia menyampaikan bahwa pengukuhan kali ini merupakan Guru Besar ke-87 hingga ke-98 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebelas Guru Besar tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebanyak enam orang, Fakultas Psikologi dua orang, Fakultas Syariah dua orang, Fakultas Humaniora satu orang, serta Fakultas Ekonomi satu orang.
Prof. Nur Ali juga memaparkan komposisi Guru Besar aktif UIN Malang yang saat ini tersebar di tujuh fakultas. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menjadi yang terbanyak dengan 30 Guru Besar, disusul Fakultas Syariah sebanyak 14 orang—termasuk Wakil Presiden RI periode 2019–2024 Prof. K.H. Ma’ruf Amin—Fakultas Sains dan Teknologi 12 orang, Fakultas Ekonomi tujuh orang, Fakultas Psikologi tujuh orang, Fakultas Humaniora enam orang, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dua orang.
Prof. Nur Ali juga memohon doa restu agar dalam tiga hingga empat bulan ke depan UIN Malang kembali dapat mengukuhkan delapan Guru Besar baru seiring terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Agama.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa capaian Guru Besar bukanlah prestasi individual semata. Di balik keberhasilan tersebut terdapat peran keluarga yang besar, doa yang tak putus, serta kesabaran panjang dalam proses akademik dan publikasi ilmiah.
“Guru besar juga membawa kemanfaatan bagi keluarga. Ini bukan hanya gelar akademik, melainkan warisan nilai, keteladanan, dan perjuangan yang akan dikenang sepanjang hayat,” ungkapnya.
Menurut Prof. Nur Ali, kehadiran Guru Besar merupakan penjamin mutu akademik, penguat reputasi institusi di tingkat nasional dan internasional, serta pilar utama kemajuan program studi. Kampus yang bermartabat, tegasnya, akan melahirkan mahasiswa unggul dan pemimpin berakhlak mulia.
Ia juga menegaskan karakter khas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai kampus unggulan yang memadukan spiritualitas, keluasan ilmu, dan kematangan profesional. Hal ini tercermin dari tradisi akademik yang kuat, keberadaan delapan masjid, serta Ma’had Aly yang hidup di lingkungan kampus.
“Semoga pengukuhan 11 Guru Besar ini semakin membawa kemajuan, kemanfaatan, dan keberkahan bagi keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, bagi bangsa, dan negara,” pungkas Prof. Nur Ali.