UIN Palangka Raya Resmi Kantongi Restu, Komisariat IAEI Pertama di Kalteng Siap Bergerak
Palangka Raya-Spektroom :
UIN Palangka Raya selangkah lebih maju dalam peta ekonomi syariah daerah. Kampus ini resmi mendapat persetujuan pembentukan Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), yang menjadi yang pertama di Kalimantan Tengah sekaligus membuka pintu jejaring baru antara akademisi dan praktisi.
Langkah ini dikunci lewat kunjungan Wakil Dekan III FEBI UIN Palangka Raya, Wahyu Akbar, ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IAEI ke Jakarta, Rabu, (01/04/2026).
Di sana, proses penandatanganan Surat Keputusan kepengurusan berlangsung dan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal IAEI, Sutan Emir Hidayat, bersama Mega Oktaviany.
Persetujuan ini bukan sekadar formalitas organisasi. Ini penanda awal hadirnya ekosistem ekonomi syariah yang lebih terstruktur di Kalimantan Tengah wilayah yang selama ini belum tersentuh komisariat IAEI.
Sutan Emir Hidayat menegaskan, pembentukan ini menjadi titik awal penting.
“Ini akan menjadi pembentukan komisariat pertama di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Dari sisi pengembangan, Mega Oktaviany menyoroti fondasi gerakan di tingkat kampus. Dirinya menilai keberadaan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) bisa menjadi mesin awal kaderisasi dan aktivitas.
“KSEI bisa menjadi fondasi awal pembinaan IAEI di kampus, sehingga arah geraknya lebih terstruktur dan berkelanjutan,” jelasnya.
Bagi UIN Palangka Raya, momentum ini dimanfaatkan untuk memperluas ruang belajar mahasiswa. Tidak berhenti di teori, komisariat diarahkan menjalin koneksi dengan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Bank Indonesia, OJK, pemerintah daerah, hingga pelaku industri.
Kunjungan tersebut juga disertai monitoring mahasiswa FEBI yang tengah magang di DPP IAEI. Pengalaman ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik nyata kelembagaan ekonomi syariah.
Wahyu Akbar menegaskan, langkah ini lahir dari dorongan untuk memberi dampak konkret bagi daerah, dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus.
“Semoga dengan adanya Komisariat IAEI UIN Palangka Raya, ini dapat menjadi pionir dan katalisator untuk membangun ekonomi syariah di Kalimantan Tengah,” ungkapnya.
Persetujuan ini bukan garis akhir, tapi titik start. UIN Palangka Raya kini memikul peran baru: bukan hanya mencetak lulusan, tapi ikut menggerakkan arah ekonomi syariah di Kalimantan Tengah dari ruang kelas ke realitas lapangan. (Polin)