UNEJ Sambut Delegasi Universiti Malaysia Terengganu Pelajari Teknologi Kopi

UNEJ Sambut Delegasi Universiti Malaysia Terengganu Pelajari Teknologi Kopi
Delegasi Universiti Malaysia Terengganu (UMT) bersama para student buddy Universitas Jember, Warek 1, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) serta Fakultas Pertanian (Faperta) berfoto bersama usai acara penyambutan Inbound Student Mobility Program di Universitas Jember. (foto: humas unej)

Spektroom - Universitas Jember (UNEJ) menyambut kehadiran delegasi mahasiswa Universiti Malaysia Terengganu (UMT) dalam program Inbound Student Mobility. Penerimaan resmi digelar di Gedung Rektorat Universitas Jember lantai 3, dan diterima langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D., pada Senin (15/12/2025).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hybrid International Agricultural Technology for Sustainability Short Course Program 2025 (HiSTAR 2025) yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember. Sebelumnya, rangkaian kegiatan daring telah dilaksanakan dengan menghadirkan narasumber dari Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember.

Mengusung tema “From Farm to Cup: Coffee Cultivation, Processing Technology, and Brewing Excellence”, kegiatan luring HiSTAR 2025 dilaksanakan selama empat hari dan diikuti oleh 20 mahasiswa Universiti Malaysia Terengganu. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 19 Desember 2025.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. saat menyambut delegasi mahasiswa dari Universiti Malaysia Terengganu. (foto: humas unej)

Dalam sambutannya, Prof. Slamin menyambut para delegasi dengan hangat sekaligus menegaskan kuatnya ikatan emosional antara Universitas Jember dan Universiti Malaysia Terengganu.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada delegasi mahasiswa Universiti Malaysia Terengganu pada Program HiSTAR 2025. Universitas Jember memiliki hubungan yang sangat dekat dengan UMT, baik di tingkat dosen maupun mahasiswa. Tentunya kami sangat berbahagia dapat menyambut kehadiran Anda semua di Jember. Kami berharap para mahasiswa UMT dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya selama mengikuti kegiatan ini. Manfaatkan pula kesempatan ini untuk saling bertukar pengetahuan dan budaya bersama para student buddy, baik terkait kuliner maupun destinasi menarik di Jember. Sebaliknya, para student buddy juga diharapkan dapat belajar banyak hal baru dari rekan-rekan mahasiswa UMT,” ujar Prof. Slamin.

Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember sekaligus penanggung jawab kegiatan HiSTAR 2025, Dr. Miftahul Choiron, S.TP., M.Sc., Ph.D., CIISA, berharap program ini dapat menjadi model kolaborasi internasional yang berkelanjutan dan bersifat resiprokal.

PIC kegiatan HiStar 2025, Dr. Miftahul Choiron, S.TP., M.Sc., Ph.D., CIISA, berharap program ini dapat menjadi model kolaborasi yang terus berlanjut dan bersifat resiprokal. (foto: humas unej)

“Pelaksanaan HiSTAR secara hybrid ini berhasil memadukan penyampaian teori melalui kegiatan daring dengan praktik langsung di lapangan. Kami berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan resiprokal. Ke depan, kami juga merencanakan pengiriman mahasiswa Universitas Jember ke Universiti Malaysia Terengganu sebagai bagian dari pertukaran ilmu dan pengalaman internasional,” ungkap Miftahul.

Melalui pelaksanaan HiSTAR 2025, Universitas Jember dan Universiti Malaysia Terengganu menegaskan komitmen bersama untuk mengembangkan kolaborasi internasional yang berkelanjutan dan resiprokal. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran ilmu, pengalaman, dan inovasi di bidang pertanian industrial guna mencetak sumber daya manusia unggul di tingkat regional maupun global. (*)

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti