Update Banjir Jember: 7.249 KK Terdampak di 9 Kecamatan, BPBD Terus Lakukan Penanganan

Update Banjir Jember: 7.249 KK Terdampak di 9 Kecamatan, BPBD Terus Lakukan Penanganan
BPBD Jember salurkan bantuan kepada warga terdampak banjir (Foto: Budi/Spektroom)

Spektroom - Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis malam (12/2/2026) hingga Jumat sore (13/2/2026), akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Peristiwa ini menyebabkan luapan sejumlah sungai besar dan kecil yang mengalir di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

“Dampak banjir terjadi hampir merata di wilayah Jember bagian tengah, selatan, dan barat,” kata Dr. H. Edy Budi Susilo, M.Si, Kepala BPBD Kabupaten Jember, kepada spektroom, Sabtu (14/2/2026).

Kepala BPBD Jember Dr. H. Edy Budi Susilo, M.Si​

“Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Jember langsung menetapkan langkah tanggap darurat guna melindungi keselamatan warga terdampak,” tegasnya. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Sabtu (14/02/2026) banjir berdampak pada sembilan kecamatan dan 22 desa/kelurahan, dengan total 7.249 kepala keluarga terdampak. Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah terdampak paling besar, disusul Balung, Wuluhan, Kaliwates, dan Bangsalsari.

Selain merendam ribuan rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur berupa tiga jembatan ambruk, satu masjid roboh, serta sejumlah fasilitas umum dan pendidikan terendam air. Dalam kejadian ini, tercatat satu korban meninggal dunia di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, akibat tersengat aliran listrik saat membersihkan rumah yang terendam banjir. Secara kronologis, banjir dipicu hujan lebat yang turun sejak pukul 12.00 WIB hingga malam hari, sebagaimana peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem yang sebelumnya telah dirilis oleh BMKG untuk periode 10–20 Februari 2026. Hujan deras menyebabkan kenaikan debit air di sejumlah sungai, di antaranya Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Kalijompo, dan aliran Sungai Bedadung.

Pada pukul 18.00 WIB, air mulai meluap ke permukiman warga dan terus meningkat hingga mencapai ketinggian antara 30 sentimeter hingga dua meter. Luapan tersebut menggenangi rumah warga, akses jalan, serta merobohkan jembatan penghubung antarwilayah. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait segera melakukan berbagai upaya penanganan.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) diterjunkan untuk melakukan pemantauan, evakuasi warga, serta pembersihan material banjir di sejumlah titik terdampak,” ungkapnya.

“Selain itu, BPBD mendirikan posko tanggap darurat, mengoperasikan dapur mandiri, serta mendistribusikan bantuan logistik dan air bersih, termasuk pengiriman tandon air ke wilayah yang sumurnya tercemar banjir,” tambahnya.

Penanganan dilakukan secara terpadu bersama Basarnas, TNI–Polri, Dinas Sosial, PMI, relawan, dan pemerintah desa setempat. Hingga Sabtu pagi, kondisi banjir di sebagian besar wilayah telah berangsur surut dan seluruh pengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, BPBD Kabupaten Jember tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

Pemerintah daerah juga merekomendasikan penanganan lanjutan oleh dinas teknis terkait, terutama untuk perbaikan infrastruktur, distribusi logistik tambahan, serta prioritas penanganan di wilayah Rambipuji, Balung, dan Wuluhan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan pasca bencana dan meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang. (Budi S)

Berita terkait

62 Tahun Menyalakan Cahaya di Timur Indonesia, STFT Fajar Timur Resmi Bertransformasi Menjadi UNIKA

62 Tahun Menyalakan Cahaya di Timur Indonesia, STFT Fajar Timur Resmi Bertransformasi Menjadi UNIKA

Spektroom - Di sebuah sudut Abepura, Jayapura, sejarah panjang pendidikan Katolik di Tanah Papua memasuki babak baru. Setelah 62 tahun setia menyalakan lilin kecil pengetahuan, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur resmi bertransformasi menjadi Universitas Katolik (UNIKA) Fajar Timur Papua. Perubahan status itu ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri

Apolonius welly, Rafles