Uskup Agung Mgr. Robertus Pimpin Misa Pemberangkatan Jenazah Yohanes Budi ke Peristirahatan Terakhir
Spektroom - Segenap Civitas Akademika Soegiyapranata Catholic University (SCU) Semarang sangat berduka atas meninggalnya salah satu guru besarnya, Prof.Dr.Ir.Yohanes Budi Widianarko, M.Sc di Semarang Jawa Tengah.
Misa Requiem telah diadakan di Rumah Duka Tiong Hoa Ie Wan Rabu malam (11/2/2026) dan Misa pemberangkatan jenazah di adakan di kapel St.Ignatius SCU, Bendan Semarang, dipimpin Uskup Agung KAS, Mgr.Robertus Rubiatmoko, Kamis (12/2/2026)
Dalam Homilinya Uskup Agung mengatakan, keilmuan yang dimiliki Profesor Budi bukan suatu alat untuk mencapai pengakuan, tetapi sebagai sarana pelayanan bagi kehidupan dan kesejahteraan umat manusia.
Uskup menekankan, pendidikan adalah salah satu wajah kerasulan gereja di tengah masyarakat.
"Melalui pendidikanlah gereja hadir dan berkiprah untuk kemajuan bangsa dan profesor Budi senuhnya sadar dan terlibat di dalamnya demi misi dan visi gereja saat ini", ujar Uskup.
Berbagai sumbangan pemikiran, lanjut Uskup, diberikan dengan caranya yang khas, almarhum menunjukkan, sebagai akademisi tidak berarti menjauh dari kehidupan gereja, tetapi sebaliknya iman akan Kristus menjadi dasar arah hidupnya.

Untuk diketahui, Alm. Yohanes Budi Widianarko lahir di Semarang 23 November 1962. Pendidikan dasar di SD Bernadus Semarang, SMP Pangudi Luhur Salatiga, dan SMA Negeri 1 Salatiga.
Sedangkan pendidikan Strata 1 diperoleh dari Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang, serta pendidikan S2 dan S3 ditempuh di sebuah universitas di Amsterdam Belanda.
Almarhum dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ekologi dan Keamanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian SCU pada 1 Juli 2002.
Berbagai jabatan penting di Universitas telah dijalaninya sebelum dan sesudah menjabat rektor 2009-2017. Jabatan lain diluar Universitas diantaranya Koordinator Jaringan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), anggota Dewan Riset Jawa Tengah, Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang serta Ketua Pengurus Nationwide Universities Network in Indonesia (NUNI) sejak 2022 sampai wafat.
Almarhum juga sempat menulis/menerbitkan 9 buku yang terkait dengan ekologi dan lingkungan dan menulis lebih dari 250 artikel yang dimuat dalam berbagai koran nasional yakni Kompas, The Jakarta Post, Suara Merdeka, Suara Pembaruan, dll.
Sebelum meninggal Almarhum mengemban jabatan sebagai Direktur Ekskutif Yayasan Sanjaya hingga wafatnya. Yayasan Sanjaya yang diketuai oleh Romo Wiryono Priyotamtomo yang juga mantan Rektor SCU Semarang adalah Yayasan yang menaungi SCU beroperasi.
Prof. Dr .Ir. Yohanes Budi Widianarko wafat meninggalkan 1 istri dan 2 putra. (Ye)